Feri Amsari Kerja Apa dan Anak Siapa? Ini Latar Belakang Pakar Hukum yang Kritik Gaya Bicara Abu Janda

Rabu 11 Mar 2026, 15:12 WIB
Pakar hukum tata negara Feri Amsari yang menjadi sorotan usai terlibat perdebatan panas dengan penggiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda. (Sumber: Instagram/@feriamsari)

Pakar hukum tata negara Feri Amsari yang menjadi sorotan usai terlibat perdebatan panas dengan penggiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda. (Sumber: Instagram/@feriamsari)

POSKOTA.CO.ID - Pakar hukum tata negara Feri Amsari, menjadi sorotan usai terlibat perdebatan panas dengan penggiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda dalam program dialog televisi Rakyat Bersuara.

Program tersebut dipandu oleh jurnalis Aiman Witjaksono dan membahas sejumlah isu geopolitik, serta sejarah hubungan internasional Indonesia.

Setelah peristiwa debat panas tersebut, Feri Amsari turut memberikan tanggapan melalui akun Threads miliknya.

Dalam unggahannya, ia menyoroti gaya bicara Abu Janda yang dinilai tidak pantas disampaikan dalam forum diskusi publik yang disiarkan melalui televisi nasional.

"Saat offair dia ngaku bukan bilang a*jing tapi a*jir. Saya bilang dia bohong. Video ini menjelaskan rusaknya orang ini. TV dan media lain harusnya melarang orang ini dengan keras," jelas Feri dalam unggahannya, seperti dikutip pada Rabu, 11 Maret 2026.

Baca Juga: Abu Janda Siapa dan Lulusan Mana? Ini Profil Permadi Arya yang Bersitegang dengan Feri Amsari hingga Diusir Aiman

Awal Perdebatan

Sebelum konflik antara Feri Amsari dan Abu Janda memuncak, perdebatan dalam program tersebut lebih dahulu melibatkan eks duta besar Indonesia untuk Tunisia, Ikrar Nusa Bhakti.

Diskusi yang berlangsung saat itu membahas konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta kaitannya dengan sejarah hubungan internasional Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, Ikrar menjelaskan bahwa keterlibatan Amerika Serikat dalam proses kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari kepentingan geopolitik global pada masa itu.

"Coba anda baca Revolution and Nationalism in Indonesia, tulisan Kahin. Di situ dijelaskan mengapa Amerika turun tangan karena ketakutan bahwa Indonesia akan jatuh ke tangan komunis," kata Ikrar.

Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi oleh Abu Janda yang menilai bahwa Amerika Serikat tetap memiliki kontribusi besar dalam mendorong Belanda untuk meninggalkan Indonesia.


Berita Terkait


News Update