Dirinya juga tercatat pernah memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) di Fakultas Hukum Universitas Andalas.
Peran strategis Feri Amsari semakin menonjol ketika ia dipercaya memimpin Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas sebagai Direktur pada periode 2017 hingga 2023.
Di bawah kepemimpinannya, PUSaKO berkembang menjadi salah satu pusat kajian konstitusi yang cukup aktif dan berpengaruh di Indonesia.
Lembaga ini kerap terlibat dalam berbagai kajian akademik, advokasi hukum, hingga memberikan pandangan kritis terhadap berbagai kebijakan negara yang berkaitan dengan konstitusi.
Di luar aktivitasnya sebagai dosen, Feri Amsari juga aktif dalam berbagai kegiatan penelitian serta pengembangan kebijakan publik.
Di mana, Feri pernah berperan sebagai peneliti kebijakan, Managing Partner di Themis Indonesia, serta peneliti di PoshDem.
Selain itu, ia juga sempat terlibat dalam Tim Percepatan Reformasi Hukum Kemenko Polhukam.
Nama Feri Amsari semakin dikenal luas oleh publik setelah tampil dalam film dokumenter Dirty Vote yang dirilis pada 11 Februari 2024, beberapa hari menjelang Pemilihan Umum Indonesia 2024.
Dokumenter tersebut membahas dugaan penyalahgunaan instrumen kekuasaan serta berbagai praktik yang dinilai berpotensi merusak integritas pemilu dan demokrasi di Indonesia.
Dalam film tersebut, Feri Amsari tampil bersama dua pakar hukum tata negara lainnya, yakni Bivitri Susanti dan Zainal Arifin Mochtar.
Di luar aktivitas akademik dan advokasinya di bidang hukum, Feri Amsari juga menjalani kehidupan keluarga. Dia diketahui telah menikah dengan seorang perempuan bernama Chitra Afsari.
Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai tiga orang anak yang bernama Kiranaesha Omera, Qotrunada Autumn, dan Shahzain Abdurrahman.
