"Betul, karena ada pemberontakan di Madiun itu memang betul. Tapi apapun itu pak, Amerika itu perannya besar pak," ujar Abu Janda.
Perdebatan pun berlanjut dengan saling balas argumentasi mengenai bagaimana peran kekuatan internasional dalam proses pengakuan kedaulatan Indonesia.
Menurut dia, sentimen anti-Amerika Serikat yang berkembang di Indonesia sering kali muncul karena kebencian tanpa melihat sisi lain dari sejarah.
"Intinya sentimen anti Amerika ini luar biasa sekali di negara ini dan semua didasari sama kebencian buta tanpa mencoba untuk mencoba adil seperti yang disarankan Al-Maidah ayat 8," kata dia.
Perdebatan kemudian semakin melebar ketika Feri Amsari menyinggung keputusan Presiden Prabowo Subianto yang bergabung dengan Board of Peace (BOP) yang disebut dibentuk oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut Feri, langkah tersebut menimbulkan pertanyaan etika karena forum tersebut juga melibatkan pihak Israel.
Dirinya menilai, Israel telah melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Palestina.
Feri kemudian mengingatkan, Palestina memiliki hubungan historis dengan Indonesia dalam konteks perjuangan kemerdekaan.
Ia menyebut, Palestina sebagai salah satu pihak yang lebih awal memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia secara de facto pada 1945.
Selain itu, Feri juga menyinggung tokoh Palestina Muhammad Ali Taher yang disebut memberikan dukungan finansial bagi perjuangan diplomasi Indonesia.
"Kalau tidak ada bangsawan dari Palestina yang menyumbang untuk kemerdekaan bangsa ini, melalui Agus Salim belum tentu juga kita merdeka," ujar Feri.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari Abu Janda yang menilai pandangan tersebut tidak sesuai dengan fakta sejarah.
