JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo meninjau langsung kesiapan Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, alur pergerakan penumpang, hingga layanan pendukung bagi para pemudik yang akan menggunakan terminal terbesar di Jakarta tersebut.
Dalam kunjungannya, Rio menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan seluruh aspek pelayanan di Terminal Pulogebang berjalan optimal, mulai dari arus keberangkatan hingga kedatangan penumpang.
“Jadi yang pertama, kita memastikan tentang hilir mudik dari rencana para pemudik warga Jakarta ke daerah-daerah. Misalnya arus yang masuk dan yang keluar. Kemudian kita juga melihat ruang yang khusus untuk keberangkatan, lalu ruang khusus untuk kedatangan,” ujar Rio kepada Poskota, Rabu, 11 Maret 2026.
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Penumpang Terminal Pulogebang Naik Diprediksi Capai 3.500 Orang per Hari
Tinjau Fasilitas Terminal dan Kesiapan Tenant
Selain memantau pergerakan penumpang, Rio juga menyoroti pentingnya pengaturan jalur keluar masuk kendaraan di kawasan terminal. Hal ini dinilai penting agar pemudik tidak mengalami kebingungan ketika tiba di lokasi.
“Kita juga mengecek jalur keluar masuk kendaraan. Kita mau memastikan bahwa pemudik itu mendapatkan kepastian informasi ketika datang ke sini, mereka harus ke mana dan kendaraannya ke mana,” katanya.
Menurutnya, kejelasan alur kendaraan serta sistem informasi yang baik akan membantu pemudik bergerak lebih cepat dan efisien saat berada di terminal.
Dalam kesempatan tersebut, Rio juga meninjau berbagai fasilitas yang tersedia di dalam terminal, termasuk keberadaan tenant atau gerai yang menyediakan kebutuhan penumpang.
Baca Juga: Mobil Listrik vs Mobil Konvensional, Mana Lebih Aman untuk Mudik 2026? Simak Dulu 5 Perbandingannya
Ia ingin memastikan fasilitas tersebut mampu menunjang kebutuhan pemudik selama berada di terminal, baik dari sisi ritel maupun layanan lainnya.
“Kita melihat fasilitas yang ada di sini, baik itu fasilitas di tenant-tenant. Apakah ini bisa memenuhi kebutuhan para pemudik, baik dari soal ritel maupun kebutuhan lainnya,” ujarnya.
Rio juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Unit Pengelola (UP) Terminal Pulogebang, Kristiyanto, terkait kesiapan berbagai posko layanan yang akan membantu pemudik selama masa arus mudik.
Beberapa posko yang disiapkan di antaranya posko pelayanan informasi, posko kesehatan, serta sejumlah layanan pendukung lainnya.
Baca Juga: Pemudik Mulai Padati Terminal Pulogebang Jelang Arus Mudik Lebaran 2026
“Kita ingin memastikan apakah keberadaan posko-posko tersebut bisa diakses secara mudah oleh para pemudik,” kata Rio.
Antisipasi Urbanisasi usai Lebaran
Selain fokus pada arus mudik, Rio juga menyoroti pentingnya pemantauan jumlah penumpang yang datang ke Jakarta setelah Lebaran. Hal ini berkaitan dengan potensi meningkatnya arus urbanisasi ke ibu kota.
“Kita juga memastikan monitoring jumlah arus mudik dan kedatangan. Ini kan berkaitan dengan tematik klasik setiap Lebaran, apakah nanti urbanisasi meningkat atau tidak,” ujarnya.
Menurutnya, data tersebut perlu dipantau oleh pengelola terminal dan dapat diintegrasikan dengan sektor lain seperti kependudukan dan kewilayahan.
Akses Terminal Dinilai Masih Rentan
Rio menegaskan bahwa kenyamanan dan keamanan harus menjadi perhatian utama dalam pengelolaan terminal, mengingat fasilitas transportasi publik sering kali menjadi sorotan masyarakat dalam dua aspek tersebut.
“Yang paling penting adalah soal kenyamanan dan keamanan. Karena bagaimanapun juga pusat aktivitas ekonomi termasuk pusat transportasi itu sering ada semacam momok soal kenyamanan dan keamanan,” katanya.
Meski secara umum kondisi Terminal Pulogebang dinilai cukup baik, Rio mengakui masih ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, salah satunya akses menuju terminal.
Menurutnya, akses tersebut bisa menjadi kendala bagi pemudik yang belum terbiasa menggunakan transportasi bus.
Baca Juga: Ramp Check Diperketat Jelang Mudik Lebaran 2026, Menhub: Keselamatan Masyarakat Prioritas Utama
“Pemudik ini kan macam-macam. Ada yang memang langganan naik bus, ada juga yang mungkin baru pertama kali. Nah bagi mereka yang belum terbiasa, mereka harus memastikan ketika masuk ke sini tidak salah. Karena kalau salah posisi dan waktunya mepet, mereka bisa ketinggalan bus,” ujarnya.
Selain akses, Rio juga menyoroti kondisi lingkungan terminal yang perlu terus dijaga agar tetap nyaman bagi penumpang.
Ia berharap Terminal Pulogebang dapat menjadi terminal yang representatif bagi warga Jakarta.
“Lingkungan ini rasanya perlu dibuat lebih nyaman lagi. Jangan sampai ada kesan sumpek. Harapan warga Jakarta terhadap Terminal Pulogebang ini adalah terminal yang representatif, bukan mewah tapi nyaman,” kata Rio.
Menurutnya, jika kenyamanan tidak dijaga, hal tersebut dapat menurunkan minat masyarakat untuk menggunakan terminal serta berpotensi menurunkan kredibilitas Terminal Pulogebang sebagai pusat transportasi darat utama di Jakarta.
Rio menekankan pentingnya kesiapan jumlah petugas di lapangan, terutama saat arus mudik mulai meningkat pada pertengahan Maret.
Ia memperkirakan kepadatan penumpang mulai terjadi pada periode 13 hingga 24 Maret, seiring dimulainya libur sekolah dan sebagian aktivitas kerja.
“Petugas ini penting. Sekarang mungkin masih terlihat oke, tapi nanti ketika mulai ramai kemungkinan mulai tanggal 13 sampai tanggal 24 itu akan rawan,” ujarnya.
Lonjakan penumpang juga diprediksi kembali terjadi menjelang H-2 hingga H-3 Lebaran, serta saat arus balik setelah Hari Raya Idulfitri.
“Nanti menjelang H-2 atau H-3 Lebaran biasanya akan melonjak lagi. Begitu juga saat arus balik, biasanya ada dua gelombang, setelah Lebaran dan di akhir masa liburan sekolah atau kerja,” katanya.
Karena itu, ia berharap pengelola terminal memastikan ketersediaan petugas yang cukup, bahkan jika diperlukan menambah personel sementara atau petugas ad hoc.
“Petugas ini akan menjadi pusat informasi bagi pemudik, termasuk ketika ada hal-hal yang berkaitan dengan keamanan,” pungkas Rio. (cr-4)
