“Kita melihat fasilitas yang ada di sini, baik itu fasilitas di tenant-tenant. Apakah ini bisa memenuhi kebutuhan para pemudik, baik dari soal ritel maupun kebutuhan lainnya,” ujarnya.
Rio juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Unit Pengelola (UP) Terminal Pulogebang, Kristiyanto, terkait kesiapan berbagai posko layanan yang akan membantu pemudik selama masa arus mudik.
Beberapa posko yang disiapkan di antaranya posko pelayanan informasi, posko kesehatan, serta sejumlah layanan pendukung lainnya.
Baca Juga: Pemudik Mulai Padati Terminal Pulogebang Jelang Arus Mudik Lebaran 2026
“Kita ingin memastikan apakah keberadaan posko-posko tersebut bisa diakses secara mudah oleh para pemudik,” kata Rio.
Antisipasi Urbanisasi usai Lebaran
Selain fokus pada arus mudik, Rio juga menyoroti pentingnya pemantauan jumlah penumpang yang datang ke Jakarta setelah Lebaran. Hal ini berkaitan dengan potensi meningkatnya arus urbanisasi ke ibu kota.
“Kita juga memastikan monitoring jumlah arus mudik dan kedatangan. Ini kan berkaitan dengan tematik klasik setiap Lebaran, apakah nanti urbanisasi meningkat atau tidak,” ujarnya.
Menurutnya, data tersebut perlu dipantau oleh pengelola terminal dan dapat diintegrasikan dengan sektor lain seperti kependudukan dan kewilayahan.
Akses Terminal Dinilai Masih Rentan
Rio menegaskan bahwa kenyamanan dan keamanan harus menjadi perhatian utama dalam pengelolaan terminal, mengingat fasilitas transportasi publik sering kali menjadi sorotan masyarakat dalam dua aspek tersebut.
“Yang paling penting adalah soal kenyamanan dan keamanan. Karena bagaimanapun juga pusat aktivitas ekonomi termasuk pusat transportasi itu sering ada semacam momok soal kenyamanan dan keamanan,” katanya.
Meski secara umum kondisi Terminal Pulogebang dinilai cukup baik, Rio mengakui masih ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, salah satunya akses menuju terminal.
