Menurutnya, akses tersebut bisa menjadi kendala bagi pemudik yang belum terbiasa menggunakan transportasi bus.
Baca Juga: Ramp Check Diperketat Jelang Mudik Lebaran 2026, Menhub: Keselamatan Masyarakat Prioritas Utama
“Pemudik ini kan macam-macam. Ada yang memang langganan naik bus, ada juga yang mungkin baru pertama kali. Nah bagi mereka yang belum terbiasa, mereka harus memastikan ketika masuk ke sini tidak salah. Karena kalau salah posisi dan waktunya mepet, mereka bisa ketinggalan bus,” ujarnya.
Selain akses, Rio juga menyoroti kondisi lingkungan terminal yang perlu terus dijaga agar tetap nyaman bagi penumpang.
Ia berharap Terminal Pulogebang dapat menjadi terminal yang representatif bagi warga Jakarta.
“Lingkungan ini rasanya perlu dibuat lebih nyaman lagi. Jangan sampai ada kesan sumpek. Harapan warga Jakarta terhadap Terminal Pulogebang ini adalah terminal yang representatif, bukan mewah tapi nyaman,” kata Rio.
Menurutnya, jika kenyamanan tidak dijaga, hal tersebut dapat menurunkan minat masyarakat untuk menggunakan terminal serta berpotensi menurunkan kredibilitas Terminal Pulogebang sebagai pusat transportasi darat utama di Jakarta.
Rio menekankan pentingnya kesiapan jumlah petugas di lapangan, terutama saat arus mudik mulai meningkat pada pertengahan Maret.
Ia memperkirakan kepadatan penumpang mulai terjadi pada periode 13 hingga 24 Maret, seiring dimulainya libur sekolah dan sebagian aktivitas kerja.
“Petugas ini penting. Sekarang mungkin masih terlihat oke, tapi nanti ketika mulai ramai kemungkinan mulai tanggal 13 sampai tanggal 24 itu akan rawan,” ujarnya.
Lonjakan penumpang juga diprediksi kembali terjadi menjelang H-2 hingga H-3 Lebaran, serta saat arus balik setelah Hari Raya Idulfitri.
“Nanti menjelang H-2 atau H-3 Lebaran biasanya akan melonjak lagi. Begitu juga saat arus balik, biasanya ada dua gelombang, setelah Lebaran dan di akhir masa liburan sekolah atau kerja,” katanya.
