Sebelum aktif di dunia politik, Fikri dikenal sebagai pengusaha di sektor properti. Ia pernah menjadi pimpinan koran Sehasen Jaya pada periode 2008 hingga 2010. Pada tahun yang sama, Fikri juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bukit Juvi Permata.
Pada tahun 2014, ia kemudian dipercaya sebagai Presiden Direktur perusahaan tersebut. Perusahaan ini bergerak di bidang pengembangan dan penjualan properti, baik perumahan dengan skema KPR maupun komersial.
Selain menjalankan bisnis, Fikri juga aktif di berbagai organisasi, di antaranya:
- Sekretaris Business Development Service STIM AMKOP Palembang (2002–2004)
- Ketua Yayasan Kebangkitan Umat Kabupaten Rejang Lebong (2014–sekarang)
- Sekretaris Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Curup (2014–2016)
- Wakil Ketua Bidang Perundang-undangan DPD REI Provinsi Bengkulu (2016–2019)
- Ketua DPD Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) Provinsi Bengkulu (2019–sekarang)
- Ketua Bidang Pengembangan Kawasan dan Pemukiman DPP HIMPERRA (2024–2028)
- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Rejang Lebong (2021–sekarang)
Terjun ke Dunia Politik
Setelah sukses sebagai pengusaha, Muhammad Fikri kemudian memutuskan untuk masuk ke dunia politik.
Pada tahun 2019, ia menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Rejang Lebong dan mencoba maju dalam Pilkada Rejang Lebong. Saat itu ia berpasangan dengan Tarsisius Samuji dan belum berhasil memenangkan kontestasi.
Fikri kembali mencoba peruntungan pada Pilkada 2024, yang diusung oleh PAN, PDIP, dan Demokrat tersebut akhirnya berhasil memenangkan Pilkada dengan perolehan 63.691 suara atau sekitar 44,07 persen dari total suara sah.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Picu Ancaman Krisis Energi, Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Ekonomi Global
Total Harta Kekayaan Muhammad Fikri Rp 19,5 Miliar
Mengacu pada data LHKPN yang disampaikan pada 19 Agustus 2024, Muhammad Fikri memiliki total kekayaan sebesar Rp19.530.683.491 atau sekitar Rp19,5 miliar.
Sebagian besar asetnya berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa wilayah di Provinsi Bengkulu, seperti Kepahiang, Rejang Lebong, dan Kota Bengkulu.
Nilai keseluruhan aset properti tersebut mencapai Rp14.600.000.000.
Selain properti, Fikri juga memiliki sejumlah kendaraan serta aset lainnya. Total nilai alat transportasi dan mesin yang dimilikinya mencapai Rp900.000.000.
Dua kendaraan yang tercatat dalam laporan tersebut antara lain:
- Mitsubishi EC Lipse Cross/Minibus tahun 2020 senilai Rp350 juta
- Mitsubishi Pajero Sport tahun 2021 senilai Rp550 juta
