Iran Darurat BBM: Kuota Dipangkas Jadi 20 Liter di Teheran Usai Serangan AS-Israel Hancurkan Depot Minyak

Senin 09 Mar 2026, 11:25 WIB
Ilustrasi. Iran darurat BBM. (Sumber: Generated AI)

Ilustrasi. Iran darurat BBM. (Sumber: Generated AI)

Kehilangan Khamenei memicu proses suksesi kepemimpinan di Iran, dengan Dewan Ahli sedang mempersiapkan penunjukan pemimpin baru di tengah situasi darurat nasional.

Baca Juga: China Tuduh AS Kecanduan Perang, Sebut Washington Sumber Kekacauan Global

Sementara itu, serangan udara terus berlanjut, memperburuk krisis kemanusiaan dan ekonomi di kawasan.

Respons Balasan Iran dan Dampak ke Ekonomi Domestik

Iran membalas agresif dengan meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer AS, fasilitas diplomatik, serta target militer di berbagai negara Timur Tengah, termasuk kota-kota di Israel. Intensitas serangan balasan ini terus meningkat, menandakan perang yang semakin meluas.

Pemangkasan kuota BBM di Teheran menjadi indikator nyata bahwa dampak konflik telah merembet ke kehidupan sehari-hari masyarakat.

Antrean panjang di SPBU mulai terlihat, sementara warga dihadapkan pada masa sulit akibat ketidakpastian pasokan energi dan keamanan. Pemerintah menekankan langkah ini bersifat sementara demi menjamin distribusi yang adil, namun kekhawatiran akan krisis bahan bakar lebih luas tetap membayangi.

Situasi ini menegaskan betapa rapuhnya ketahanan energi Iran di tengah perang berkepanjangan.

Warga Teheran dan sekitarnya kini harus beradaptasi dengan pembatasan ketat, sementara dunia internasional terus memantau perkembangan konflik yang berpotensi memengaruhi stabilitas global dan harga minyak dunia.


Berita Terkait


News Update