Ilustrasi. Iran darurat BBM. (Sumber: Generated AI)

Internasional

Iran Darurat BBM: Kuota Dipangkas Jadi 20 Liter di Teheran Usai Serangan AS-Israel Hancurkan Depot Minyak

Senin 09 Mar 2026, 11:25 WIB

POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Iran menerapkan pembatasan ketat pembelian bahan bakar minyak (BBM) di ibu kota Teheran mulai Minggu, 8 Maret 2026.

Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap kerusakan parah infrastruktur energi pasca-serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap sejumlah depot minyak utama di wilayah tersebut.

Menurut pengumuman resmi dari Kantor Gubernur Provinsi Teheran yang disiarkan melalui televisi negara, kuota pengisian BBM menggunakan kartu pribadi dikurangi drastis.

Sebelumnya, warga diperbolehkan mengisi hingga 30 liter per kali, kini dibatasi hanya 20 liter di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Teheran. Pembatasan ini berlaku sementara untuk menjaga kestabilan pasokan di tengah gangguan distribusi akibat serangan.

Baca Juga: Trump Murka Inggris-Spanyol Tolak Bantu AS Serang Iran

Serangan militer yang menyasar fasilitas penyimpanan BBM di Provinsi Teheran dan Alborz terjadi pada Sabtu malam, 7 Maret 2026 (atau Senin lalu sesuai penanggalan lokal).

Beberapa depot kunci seperti Shahran, Aghdasieh, dan fasilitas di Karaj terbakar hebat, menghasilkan kepulan asap hitam tebal yang menyelimuti langit ibu kota.

Kementerian Perminyakan Iran melaporkan adanya korban jiwa di kalangan pekerja, sementara warga diimbau waspada terhadap risiko hujan toksik akibat bahan berbahaya yang tersebar.

Eskalasi Konflik yang Makin Memanas di Timur Tengah

Ilustrasi. Eskalasi konflik yang makin memanas di Timur Tengah . (Sumber: Generated)

Konflik regional mencapai puncak ketegangan sejak operasi militer besar-besaran AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut tidak hanya menghantam target infrastruktur vital, termasuk depot minyak, tetapi juga menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah petinggi militer.

Tragedi ini turut menelan korban sipil, termasuk lebih dari 150 siswi sekolah yang menjadi korban dalam rangkaian serangan.

Kehilangan Khamenei memicu proses suksesi kepemimpinan di Iran, dengan Dewan Ahli sedang mempersiapkan penunjukan pemimpin baru di tengah situasi darurat nasional.

Baca Juga: China Tuduh AS Kecanduan Perang, Sebut Washington Sumber Kekacauan Global

Sementara itu, serangan udara terus berlanjut, memperburuk krisis kemanusiaan dan ekonomi di kawasan.

Respons Balasan Iran dan Dampak ke Ekonomi Domestik

Iran membalas agresif dengan meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer AS, fasilitas diplomatik, serta target militer di berbagai negara Timur Tengah, termasuk kota-kota di Israel. Intensitas serangan balasan ini terus meningkat, menandakan perang yang semakin meluas.

Pemangkasan kuota BBM di Teheran menjadi indikator nyata bahwa dampak konflik telah merembet ke kehidupan sehari-hari masyarakat.

Antrean panjang di SPBU mulai terlihat, sementara warga dihadapkan pada masa sulit akibat ketidakpastian pasokan energi dan keamanan. Pemerintah menekankan langkah ini bersifat sementara demi menjamin distribusi yang adil, namun kekhawatiran akan krisis bahan bakar lebih luas tetap membayangi.

Situasi ini menegaskan betapa rapuhnya ketahanan energi Iran di tengah perang berkepanjangan.

Warga Teheran dan sekitarnya kini harus beradaptasi dengan pembatasan ketat, sementara dunia internasional terus memantau perkembangan konflik yang berpotensi memengaruhi stabilitas global dan harga minyak dunia.

Tags:
Stasiun Pengisian Bahan Bakar UmumKantor Gubernur Provinsi TeheranIsraelASAmerika SerikatTeheranBBMbahan bakar minyakPemerintah IranPemerintah

Insan Sujadi

Reporter

Insan Sujadi

Editor