Hujan Deras Sejak Akhir Pekan, 15 RT dan 2 Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir

Senin 09 Mar 2026, 15:31 WIB
Ilustrasi banjir di Jakarta. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Ilustrasi banjir di Jakarta. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak akhir pekan menyebabkan sejumlah wilayah ibu kota masih terendam banjir hingga Senin, 9 Maret 2026.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, genangan terjadi di beberapa titik permukiman warga serta ruas jalan akibat tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak Sabtu, 7 Maret 2026 hingga Minggu, 8 Maret 2026.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyampaikan bahwa hingga Senin, 9 Maret 2026 pukul 12.00 WIB, masih terdapat 15 Rukun Tetangga (RT) dan dua ruas jalan yang terendam banjir.

“BPBD mencatat saat ini terdapat 15 RT dan dua ruas jalan tergenang,” ujar Yohan, Senin, 9 Maret 2026.

Baca Juga: 40 Desa di Kabupaten Tangerang Terendam Banjir, Bupati Siapkan Rencana Mitigasi

Sebaran Wilayah Terdampak Banjir

Sejumlah wilayah di Jakarta Barat menjadi titik yang terdampak genangan banjir dengan ketinggian air yang bervariasi.

Di Kelurahan Duri Kosambi, tercatat 3 RT terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Genangan di wilayah ini dipicu oleh curah hujan tinggi serta luapan Kali Semanan.

Sementara itu, di Kelurahan Rawa Buaya, banjir merendam 7 RT dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter, yang disebabkan oleh tingginya intensitas hujan.

Banjir juga terjadi di Kelurahan Jelambar, yang mengakibatkan 1 RT terdampak dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter. Selain karena hujan deras, genangan juga dipicu oleh luapan Kali Grogol.

Baca Juga: 800 Rumah di Villa Tomang Baru Tangerang Teremdam Banjir

Selanjutnya, di Kelurahan Kembangan Selatan, banjir merendam 2 RT dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter akibat curah hujan tinggi yang memicu luapan Kali Bendungan Kali Pelopor.

Sedangkan di Kelurahan Kembangan Utara, tercatat 2 RT terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter akibat curah hujan tinggi yang disertai luapan aliran kali di sekitar wilayah tersebut.

Ratusan Warga Mengungsi

Akibat banjir yang merendam permukiman, ratusan warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi yang lebih aman.

Di Kelurahan Kedaung Kali Angke, warga mengungsi di beberapa tempat ibadah, antara lain:

Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan 1.200 Unit Pompa Tangani Banjir di Jakarta

  • Masjid Jami Al Khaeer: 11 KK atau 28 jiwa
  • Masjid Uswatun Hasanah: 20 KK atau 50 jiwa
  • Masjid Jami Al Fudhollah: 13 KK atau 60 jiwa

Sementara itu, di Kelurahan Kembangan Selatan, pengungsi tercatat berada di:

  • Masjid At Taqwa: 27 KK atau 80 jiwa
  • Majelis Darul Muhyi: 13 KK atau 50 jiwa

Di Kelurahan Kembangan Utara, warga mengungsi di beberapa lokasi, di antaranya:

Baca Juga: Bebersih Pasca Banjir, Warga Petogogan Jaksel Tunggu Pelebaran Kali Krukut yang Dijanjikan Gubernur

  • Masjid Jami Al Ikhlas dan Mushola At Tihanah: 36 KK atau 108 jiwa
  • Ruang Literasi dan SDN 05/08: 13 KK atau 33 jiwa

Sekolah SDSN 01 Pagi

Sedangkan di Kelurahan Jelambar, warga terdampak banjir mengungsi di Mushola At Taqwa dengan jumlah sekitar 10 KK atau 30 jiwa.

Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan di Jakarta Barat. Beberapa titik yang terdampak genangan antara lain:

  • Jalan Kapuk Muara Raya, Kelurahan Kapuk Muara
  • Lampu Merah Luar Kembangan Raya, Kelurahan Kembangan Selatan

Baca Juga: Ruce Nuenda Siapa dan Asal Mana? Ini Profil Mama Ebra yang Banjir Kritik usai Diduga Tetap Beraktivitas Saat Campak

Ketinggian air di ruas jalan tersebut berkisar antara 15 hingga 50 sentimeter. Genangan dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan luapan Kali Angke, sehingga menghambat aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut.

BPBD Kerahkan Personel Penanganan Banjir

BPBD DKI Jakarta terus melakukan penanganan banjir dengan mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah.

Petugas juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

“Untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” kata Yohan.

Baca Juga: Ruce Nuenda Siapa dan Asal Mana? Ini Profil Mama Ebra yang Banjir Kritik usai Diduga Tetap Beraktivitas Saat Campak

BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan yang masih mungkin terjadi.

Dalam kondisi darurat, masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat 112.

“Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” ujar Yohan. (cr-4)


Berita Terkait


News Update