TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 40 desa di 15 kecamatan di Kabupaten Tangerang terendam banjir sejak Minggu, 8 Maret 2026.
Atas kondisi ini, Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid berencana untuk melakukan upaya mitigasi dalam menanggulangi banjir.
Setelah dilakukan pengecekan di sejumlah titik banjir, diketahui bahwa beberapa lokasi memerlukan normalisasi aliran sungai.
"Setelah dilakukan pengecekan di sejumlah titik banjir kelihatannya perlu ada normalisasi aliran sungai, dan yang Rajeg perlu jembatan, insyaallah tahun ini juga akan kami bangun juga semuanya itu," katanya, Senin, 9 Maret 2026.
Baca Juga: DLH Jakarta Pastikan Korban Longsor TPST Bantar Gebang Dapat Santunan
Namun, untuk saat ini penanganan yang akan dilakukan adalah dengan menyiapkan lokasi pengungsian dan distribusi logistik bagi warga yang terdampak banjir.
"Kami bersama seluruh warga juga tentunya harus bersama-sama menjaga lingkungan, salah satunya dengan kerja bakti. Kami akan sosialisasiman kepada camat-camat supaya menyiapkan tempat-tempat pengungsian untuk para warga terdampak," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan hingga saat ini pihaknya menerima laporan banjir terjadi di 15 kecamatan yang dilanda banjir.
Baca Juga: Longsor Sampah di Bantargebang Timbulkan Korban Jiwa, DPRD Jakarta: Keselamatan Prioritas Utama
Di antaranya wilayah yang terdampak banjir tersebut yaitu Kecamatan Kelapa Dua, Tigaraksa, Rajeg, Kronjo, Pasar Kemis, Sepatan, Kresek, Sindang Jaya, Sepatan Timur, Gunung Kaler, Pakuhaji, Sukamulya, Kosambi, Balaraja dan Pegedangan.
"Ada 9 ribu kepala keluarga yang terdampak dan harus mengungsi. Kalau titik banjir terdapat ada di kecamatan Pasar Kemis dan Rajeg," kata dia.
Lebih lanjut, Taufik menyebut bahwa saat ini pihaknya masih terus melakukan evakuasi korban yang terjebak di dalam rumahnya.
Baca Juga: Bupati Bogor Terbitkan SE Larangan SKPD Minta-minta THR ke Perusahaan
"Ada sekitar 40 perahu untuk evakuasi yang disebarkan di sejumlah titik banjir," ujarnya. (ver)