Walaupun dikenal sebagai sumber protein yang tinggi bagi tubuh, namun daging merah tidak boleh dikonsumsi berlebihan karena masuk golongan 2A atau makanan yang mengandung karsinogenik.
Jika dikonsumsi lebih dari 3 porsi per minggu, daging merah bis berpotensi memicu kanker kolorektal, kanker pankreas, dan kanker prostat.
Beberapa contoh daging merah yang sebaiknya dibatasi konsumsinya, seperti daging sapi, daging domba, dan daging babi.
Baca Juga: Promo Tiket Masuk Ancol Cuma Rp25.000 Saat Lebaran 2026, Begini Cara Mendapatkannya
3. Gorengan
Salah satu jajanan favorit masyarakat Indonesia, yakni gorengan juga terkenal sebagai salah satu makanan pemicu kanker.
Konsumsi gorengan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko lebih tinggi terkena kanker lambung. Selain itu, risiko penyakit lainnya ayang juga mengintai, mulai dari diabetes tipe 2 hingga obesitas.
4. Makanan yang Dimasak Terlalu Lama
Memasak makanan terlalu lama, baik menggoreng di wajan atau memanggangnya di bara api ternyata bisa menyebabkan penyakit kanker.
Jenis makanan ini dapat menghasilkan karsinogen dan meningkatkan risiko kanker dengan mengubah sel-sel DNA dalam tubuh.
5. Makanan Kemasan
Makanan kemasan, seperti keripik kentang, snack, sereal manis, kue kering, krim keju, dan lainnya umumnya tinggi garam, gula, dan lemak, bahkan cenderung rendah serat, vitamin, dan mineral sehingga kurang bergizi.
Tak sedikit juga makanan kemasan yang ditambah dengan zat kimia, seperti perasa, pewarna, dan bahan lainnya untuk menambah rasa enak yang ternyata dapat memicu kanker serta obesitas.
6. Makanan Tinggi Gula dan Karbohidrat
Makanan yang tinggi gula dan karbohidrat dapat meningkatkan risiko kanker payudara, kanker kolorektal, dan kanker pankreas.
7. Produk Susu
Meskipun susu dikenal sebagai sumber kalsium yang baik bagi tubuh, namun sejumlah produk susu yang dijual di supermarket ternyata tinggi gula dan lemak sehingga perlu dibatasi asupannya.
