Idealnya, waktu tidur dimajukan sekitar satu hingga dua jam agar tubuh tetap memperoleh waktu istirahat yang cukup sebelum sahur.
Tidur yang berkualitas akan membantu tubuh tetap segar dan meningkatkan konsentrasi saat bekerja di siang hari.
2. Manfaatkan Power Nap Singkat
Tidur singkat atau power nap selama 15–20 menit dapat membantu memulihkan energi otak.
Penelitian menunjukkan bahwa tidur singkat mampu meningkatkan kewaspadaan mental tanpa menyebabkan rasa pusing setelah bangun. Strategi ini banyak digunakan oleh pekerja profesional untuk menjaga performa kerja.
Waktu yang ideal untuk power nap biasanya saat istirahat siang atau sebelum waktu Ashar.
3. Pilih Menu Sahur yang Menjaga Energi Stabil
Komposisi makanan saat sahur memiliki peran penting dalam menjaga stamina sepanjang hari.
Menu sahur yang ideal sebaiknya terdiri dari:
- Karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal
- Protein dari telur, ayam, atau ikan
- Serat dari sayur dan buah
- Asupan cairan yang cukup
Kombinasi nutrisi tersebut membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sehingga tubuh tidak cepat lemas atau mengantuk.
Sebaliknya, makan berlebihan atau mengonsumsi makanan tinggi gula justru dapat menyebabkan penurunan energi setelah beberapa jam.
4. Hindari Buka Puasa Berlebihan
Saat berbuka puasa, banyak orang langsung mengonsumsi makanan berat dalam jumlah besar. Kebiasaan ini dapat membuat tubuh terasa sangat lemas dan mengantuk.
Hal ini terjadi karena aliran darah lebih banyak diarahkan ke sistem pencernaan untuk memproses makanan.
Para ahli menyarankan agar berbuka puasa dilakukan secara bertahap, dimulai dengan air putih, kurma atau buah, kemudian dilanjutkan dengan makanan utama setelah beberapa waktu.
