Momentum ini sering dimanfaatkan umat Islam untuk semakin mendekatkan diri dengan Al-Qur’an, baik melalui membaca, memahami isi kandungannya, maupun mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Hukum Tidur Seharian saat Puasa Ramadhan, Apakah Mengurangi Pahala?
Pengertian Lailatul Qadar
Berbeda dengan Nuzulul Quran, Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang terjadi setiap tahun pada bulan Ramadan. Malam ini memiliki kedudukan yang sangat mulia karena disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Hal ini berarti bahwa ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibandingkan ibadah pada malam-malam lainnya.
Lailatul Qadar diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Namun tidak ada kepastian mengenai tanggal pastinya. Ketidakpastian tersebut diyakini memiliki hikmah agar umat Islam terus meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.
Pada Ramadan 1447 H atau tahun 2026, sepuluh malam terakhir diperkirakan berlangsung sekitar tanggal 9 hingga 18 Maret 2026. Sebagian umat Islam meyakini kemungkinan terbesar Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-27 Ramadan, yang diperkirakan jatuh sekitar tanggal 15 atau 16 Maret 2026.
Pada malam-malam tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
Baca Juga: Jangan Terbuang Sia-sia, Ini Cara Mengisi Waktu Ramadhan yang Lebih Bermanfaat
Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar
Meski sama-sama berkaitan dengan Al-Qur’an dan terjadi pada bulan Ramadan, Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar memiliki perbedaan yang cukup jelas.
Nuzulul Quran merujuk pada peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini hanya terjadi satu kali dalam sejarah kenabian dan kemudian diperingati setiap tahun oleh umat Islam.
Karena sifatnya yang historis, Nuzulul Quran biasanya diperingati dengan kegiatan keagamaan seperti pengajian, ceramah, dan kajian tentang sejarah turunnya Al-Qur’an.
