"Karena saya meyakini di Jakarta tidak akan ada panic buying untuk urusan BBM," kata dia.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan mengapa pasokan BBM di Indonesia cuma berkisar 20 harian.
Menurutnya, hal ini terjadi karena kapasitas penyimpanan BBM di Indonesia yang tidak besar, bahkan jumlahnya di bawah konsesus global.
Baca Juga: PN Jakarta Pusat Bebaskan Delpedro Marhaen dan 3 Aktivis Kasus Demonstrasi Agustus 2025
Dia menyebut, saat ini storage atau penyimpanan BBM di Indonesia kapasitasnya maksimal 25 hari. Terakhir, dalam rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN) dan Pertamina, jumlah cadangan pasokan BBM berkisar di 22-23 hari. (cr-4)
