POSKOTA.CO.ID - Johnny Eddizon Isir, merupakan putra asli Papua yang dipercaya menjabat Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri.
Perwira tinggi berpangkat Inspektur Jenderal Polisi itu menggantikan Sandi Nugroho. Johnny bukan sosok baru di lingkungan kepolisian, ia menempuh perjalanan karier panjang di Korps Bhayangkara tersebut.
Pria kelahiran Jayapura, Papua, 7 Juni 1975 tersebut dikenal memiliki perjalanan karier yang panjang dan beragam di tubuh Polri. Ia juga sempat menjadi ajudan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, pada 2017.
Johnny menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian di Semarang pada 1993-1996. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2001-2003.
Baca Juga: Libur Sekolah Lebaran 2026 Sampai Kapan? Ini Jadwal Libur dan Tanggal Mulai Belajar Lagi
Karier akademiknya juga dilengkapi dengan program Master Transnational Crime Prevention di University of Wollongong, Australia pada 2006.
Kemudian pada 2018, ia mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri. Karier Johnny di kepolisian dimulai sebagai Pamapta Polres Dili di Timor Timur pada 1997-1998.
Kemudian Johnny dipercaya menjabat Kasat Serse Polres Maliana pada 1998-1999 dan Kasat Sabhara Polres Dili pada 1999. Setelah itu, ia bertugas di Jawa Timur dengan berbagai posisi strategis, mulai dari KBO Serse Polres Surabaya Utara pada 1999-2000 hingga Kanit Res Intel Polsek Krembangan pada 2000-2001. Ia juga pernah menjabat Kapolsek Karangpilang Polres Surabaya Selatan pada 2003-2005.
Perjalanan kariernya terus berlanjut di bidang reserse, antara lain sebagai Kanit I Sat II Ekonomi Ditreskrim Polda Jawa Timur pada 2007-2008, Wakasat Serse Polwiltabes Surabaya tahun 2008-2009, Wakapolres Surabaya Selatan tahun 2009-2010, hingga Kanit I Subdit II Hardabangta Ditreskrimum Polda Jawa Timur pada 2011-2012.
Baca Juga: Menko AHY Tegaskan Kota Global Harus Berakar pada Karakter Lokal
Setelah lama bertugas di Jawa Timur, Johnny kembali ke Papua untuk menjabat Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Papua pada 2012-2013. Ia kemudian dipercaya menjadi Kapolres Jayawijaya pada 2013-2014 dan Kapolres Manokwari pada 2014-2016.
Kariernya terus berkembang ketika pada 2016 ia ditunjuk sebagai Wadirreskrimum Polda Banten sekaligus Dosen Utama di STIK PTIK.
Setahun kemudian, ia menjabat Dirreskrimsus Polda Riau sebelum mendapat penugasan sebagai ajudan Presiden. Pada 2019, Johnny dipercaya menjabat Kapolrestabes Medan hingga 2020.
Setelah itu, Johnny memimpin Polrestabes Surabaya pada 2020-2021 dan kemudian dipercaya menjadi Wakapolda Sulawesi Utara pada 2021-2023. Sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat, ia juga pernah menjabat Karojianstra Sops Polri pada 2023.
Baca Juga: Komdigi Batasi Akses Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Berlaku Mulai 28 Maret 2026
Meski kini memegang jabatan strategis di tingkat Mabes Polri, Johnny mengaku tetap menjaga gaya hidup sederhana. Ia mengatakan kebiasaan itu membuatnya tetap membumi meski mengemban tanggung jawab besar di institusi kepolisian.
“Saya masih suka naik bajaj, makan di gultik di pinggir jalan di Bulungan. Kadang hal-hal sederhana seperti itu justru membuat saya merasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat,” ucap Johnny.
Selain itu, Johnny juga menegaskan bahwa dirinya ingin terus belajar dalam menjalankan tugas barunya, terutama dalam membangun komunikasi dengan media.
Ia menilai hubungan yang baik dengan insan pers penting untuk memastikan informasi dari kepolisian dapat tersampaikan dengan cepat dan akurat kepada masyarakat.
“Sampai sekarang saya masih terus belajar sembari terus berupaya untuk melayani teman-teman media yang pastinya membutuhkan informasi yang cepat,” beber Johnny. (man)
