Optimalisasi layanan ini diharapkan mampu mempercepat respons aparat terhadap berbagai situasi di lapangan.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Ini Jadwal One Way dan Ganjil-Genap Mudik Lebaran 2026
Operasi Ketupat 2026 Libatkan 161 Ribu Personel Gabungan
Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Dalam pelaksanaannya, Polri mengerahkan 161.243 personel gabungan yang berasal dari kepolisian, TNI, serta berbagai instansi terkait.
Sebanyak 2.746 posko pengamanan dan pelayanan juga telah disiapkan di sejumlah titik strategis, termasuk jalur tol, jalur arteri, terminal, stasiun, pelabuhan, hingga bandara.
Posko-posko tersebut berfungsi memberikan pelayanan informasi sekaligus pengamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Prediksi Pemudik Capai 143,9 Juta Orang
Berdasarkan proyeksi pemerintah, jumlah pemudik pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Angka tersebut meningkat signifikan karena periode Lebaran tahun ini beririsan dengan libur Hari Raya Nyepi, sehingga mobilitas masyarakat diprediksi semakin tinggi.
Lonjakan pergerakan ini menjadi salah satu alasan utama penguatan sistem pengamanan nasional selama musim mudik.
Baca Juga: Kakorlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Mudik Lebaran 2026, Ini Skema One Way dan Contra Flow
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan Secara Situasional
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Polri menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas di berbagai ruas jalan.
Beberapa kebijakan yang akan diterapkan antara lain sistem ganjil genap, one way, serta contraflow. Penerapan aturan tersebut bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di lapangan.
Polri juga mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta tetap mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan mudik.
Bagi masyarakat yang tidak membawa kendaraan pribadi saat mudik, layanan penitipan kendaraan di kantor polisi diharapkan menjadi solusi praktis sekaligus aman.
