JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sejumlah masyarakat di Jakarta mulai bersiap mudik lebaran ke kampung halaman saat Indonesia dihantam cuaca ekstrem.
Berbagai moda transportasi dipilih pemudik sesuai kebutuhan, mulai motor hingga transportasi umum. Selain mempertimbangkan biaya dan kenyamanan, faktor keselamatan serta kondisi cuaca juga menjadi perhatian utama para pemudik.
Salah seorang pemudik, Hamdan, 41 tahun, memilih motor untuk pulang ke kampung halamannya di Indramayu, Jawa Barat. Ia berencana menempuh perjalanan bersama istrinya dari Jakarta Selatan ke kampung halaman dengan kendaraan roda dua.
Sepeda motor menjadi pilihan, karena dinilai lebih hemat dan memudahkan mobilitas saat sudah tiba di kampung.
Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem saat Mudik Lebaran 2026, Kapolri Tekankan SOP Penanganan Bencana
“Kalau pakai motor biayanya lebih murah, paling dua kali isi bensin dan nanti di kampung juga lebih gampang buat ke mana-mana,” kata Hamdan kepada Poskota, Kamis, 5 Maret 2026.
Pria dua anak itu mengaku sudah beberapa kali melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda motor. Menurutnya, kendaraan roda dua memberikan fleksibilitas lebih, terutama ketika harus melewati jalur alternatif atau jalan-jalan kecil di daerah.
“Di kampung kan banyak jalan kecil, jadi lebih enak kalau pakai motor. Bisa langsung dipakai juga buat silaturahmi ke saudara,” ujarnya.
Meski demikian, ia tetap mewaspadai kemungkinan cuaca hujan selama perjalanan. Ia pun sudah menyiapkan perlengkapan seperti jas hujan untuk mengantisipasi kondisi tersebut.
Baca Juga: Mudik Kapal Gratis Dibuka 9 Maret, Layani Perjalanan ke 10 Pulau di Kepulauan Seribu
Rencananya, ia dan istrinya akan pulang kampung ke kampung halaman pada H-7 libur lebaran.
“Anak sudah di kampung sejak puasa. Kalau di jalan hujan deras, saya lebih pilih berhenti dulu, tidak mau ambil risiko,” ucapnya.
Sementara itu, Lukman, 27 tahun, pemudik lain memilih transportasi umum untuk pulang ke kampung halamannya di Panimbang, Banten.
Ia berangkat bareng suami dan anaknya yang masih balita dengan rute KRL yang dan dilanjutkan menggunakan minibus. Keputusan menggunakan transportasi umum diambil demi keselamatan dan kenyamanan perjalanan.
“Kalau bawa anak kecil lebih aman dan nyaman pakai transportasi umum. Jadi tidak terlalu capek di jalan,” tuturnya.
Lukman menilai, perjalanan menggunakan KRL dan dilanjutkan minibus juga memudahkan karena rute transportasi menuju daerahnya sudah cukup tersedia.
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Polresta Serang Kota Periksa Kelayakan Angkutan Umum
Meski menggunakan transportasi umum, ia tetap memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan. Hal itu dilakukan agar bisa mempersiapkan diri jika terjadi hujan di perjalanan.
“Sebelum berangkat saya selalu cek prakiraan cuaca dulu supaya bisa siap-siap kalau hujan. Kita udah kali mudik pake transum (transportasi umum)," ujar dia.
Baik Hamdan maupun Lukman mengaku sudah mempertimbangkan berbagai kemungkinan selama perjalanan mudik. Mereka berharap perjalanan ke kampung halaman dapat berjalan lancar dan aman meski harus menghadapi potensi cuaca hujan di tengah perjalanan.