Mahasiswa UGM Kembangkan Teknologi AI untuk Konsultasi Psikologi, Permudah Akses Layanan Kesehatan Mental

Kamis 05 Mar 2026, 15:08 WIB
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menunjukkan inovasi AI “Aika”, sistem kecerdasan buatan yang dirancang membantu mahasiswa mengakses layanan kesehatan mental secara lebih mudah dan cepat. (Sumber: Dok/UGM)

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menunjukkan inovasi AI “Aika”, sistem kecerdasan buatan yang dirancang membantu mahasiswa mengakses layanan kesehatan mental secara lebih mudah dan cepat. (Sumber: Dok/UGM)

Masalah kesehatan mental di kalangan mahasiswa menjadi perhatian di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tekanan akademik, masalah sosial, hingga perubahan gaya hidup sering menjadi faktor yang memicu stres, kecemasan, atau depresi.

Dalam konteks tersebut, inovasi seperti Aika dinilai dapat menjadi solusi awal untuk memperluas akses layanan psikologis.

Giga berharap pengembangan teknologi ini dapat terus dilanjutkan dan digunakan secara lebih luas di lingkungan pendidikan.

Dengan sistem yang menjaga privasi pengguna, mahasiswa diharapkan dapat lebih terbuka dalam menyampaikan masalah yang mereka alami. Langkah ini juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak orang untuk mencari bantuan sejak dini sebelum kondisi mental memburuk.

“Aika kami rancang agar pengguna merasa aman dan nyaman ketika bercerita. Dengan begitu, semakin banyak orang berani mengakses layanan psikologi dan mendapatkan penanganan sejak dini,” ujar Giga.

Ke depan, inovasi berbasis kecerdasan buatan seperti ini berpotensi menjadi bagian penting dalam transformasi layanan kesehatan mental, terutama di lingkungan kampus yang memiliki jumlah pengguna besar namun sering menghadapi keterbatasan tenaga profesional.


Berita Terkait


News Update