POSKOTA.CO.ID - Ramadhan kerap dimaknai sebatas bulan menahan lapar dan haus. Banyak umat Islam menyambutnya dengan persiapan sahur, berbuka, serta menjalankan puasa sepanjang hari.
Padahal, jika merujuk pada Al-Qur’an, makna Ramadhan jauh melampaui sekadar ibadah fisik.
Dalam Al-Qur’an, tepatnya Surah Al-Baqarah ayat 185, disebutkan bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta pembeda antara yang hak dan batil.
Penegasan ini menunjukkan bahwa inti Ramadhan terletak pada turunnya wahyu, bukan semata kewajiban berpuasa.
Baca Juga: Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Ustadz Adi Hidayat, Ini Tanda-Tanda yang Perlu Diketahui
Ramadhan dalam Perspektif Al-Qur’an

Ayat tersebut menempatkan Ramadhan dalam konteks yang sangat istimewa.
Allah SWT tidak pertama-tama memperkenalkan Ramadhan sebagai bulan puasa, melainkan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an.
Artinya, puasa memang menjadi ibadah utama, tetapi ruh Ramadhan sesungguhnya adalah kedekatan dengan wahyu.
Tanpa interaksi yang mendalam dengan Al-Qur’an, Ramadan berisiko hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa makna yang mendalam.
Baca Juga: Mengapa Malam Lailatul Qadar Begitu Istimewa? Ini Keutamaannya Menurut Al-Quran
Penegasan Ustaz Felix Siauw tentang Makna Ramadhan
Pandangan ini juga ditegaskan oleh Felix Siauw dalam kajiannya di kanal YouTube Kajian Ustaz Felix pada 8 Februari 2026.
