Terima kasih kepada ayah dan ibuku, kepada sekolahku, dan kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendoakanku.
Aku masih kecil namun aku mencintai Alquran. Aku akan selalu menghafal Alquran.
Aku memohon kepada Allah agar mengumpulkan kita semua di surga bersama para nabi dan Ahlul Quran. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh," tulis Aisyah dalam unggahan videonya usai meraih penghargaan tersebut.
Ungkapan tersebut menuai haru sekaligus kebanggaan dari masyarakat Indonesia yang memberikan dukungan penuh atas pencapaiannya.
Baca Juga: Lebih dari Menahan Lapar, Ini Hakikat Ramadhan dalam Pandangan Ustaz Felix
Kompetisi Tilawah Alquran Terbesar di Dunia
Ajang Dubai International Holy Quran Award tahun ini mencatat partisipasi internasional yang sangat besar. Sebanyak 5.618 peserta dari 105 negara ikut mendaftar, dengan sekitar 30 persen berasal dari kategori perempuan.
Seleksi dilakukan secara ketat berdasarkan kualitas tajwid, kekuatan hafalan, serta kemampuan vokal peserta hingga akhirnya enam finalis terbaik melaju ke babak puncak.
Direktur Jenderal Urusan Islam dan Departemen Kegiatan Amal Dubai, Ahmed Darwish Al Muhairi, menyampaikan bahwa penghargaan ini mencerminkan komitmen Dubai sebagai pusat global pelayanan Alquran dan pengembangan ilmu-ilmunya.
Ia menambahkan, inovasi pada edisi ke-28 berhasil memperluas partisipasi internasional sekaligus mendorong generasi muda dunia untuk semakin mencintai dan mendalami Alquran.
Total hadiah kompetisi tahun ini bahkan melampaui AED12 juta, menjadikannya salah satu kompetisi tilawah Alquran dengan nilai penghargaan terbesar di dunia.
Prestasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi Qurani yang mampu menjadi duta perdamaian, membawa pesan kebaikan, serta mengharumkan nama bangsa di panggung internasional.
