POSKOTA.CO.ID - Mudik Lebaran 2026 diprediksi akan berbeda dari tahun sebelumnya, sebab puncak kepadatan arus kendaraan akan terbagi dalam dua gelombang.
Lonjakan pergerakan masyarakat akan terbagi dalam dua gelombang yang disebabkan libur Idul Fitri 1447 H berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo mengatakan, lonjakan pertama arus mudik diprediksi terjadi pada pertengahan Maret, disusul gelombang kedua beberapa hari setelahnya.
Polri sudah memetakan dua waktu krusial saat arus mudik yaitu 14-15 Maret sebagai gelombang pertama dan 18-19 Maret 2026 sebagai gelombang kedua.
Baca Juga: Arus Mudik 2026 Bakal Padat, Pengendara Diingatkan Lakukan Servis Kendaraan Sebelum Berangkat
Untuk puncak arus balik gelombang pertama diprediksi akan terjadi pada tanggal 25 sampai 26 Maret.
Sedangkan untuk gelombang kedua akan terjadi pada 28-20 Maret 2026.
Pola ini dipengaruhi karena kombinasi cuti bersama, akhir pekan, serta momentum Nyepi yang membuat sebagian masyarakat memilih waktu perjalanan berbeda.
Untuk mengantisipasi dua kali puncak arus mudik dan dua kali puncak arus balik tersebut, Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari.
Sebanyak 161.243 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan 185.608 objek vital, mulai dari masjid, lokasi salat Id, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga destinasi wisata.
Tidak hanya itu, sebanyak 2.746 posko akan didirikan, terdiri dari 1.624 posko pengamanan, 779 posko pelayanan, dan 343 posko terpadu.
"Nanti ada beberapa kegiatan-kegiatan manajemen rekayasa arus lalin di jalur tol antara lain nanti berupa ganjil genap akan juga dilaksanakan, kemudian one way, contraflow, delaying system, juga ada buffer zone di pelabuhan," ungkap Dedi.