BNPB Optimalkan InaRISK, Pemudik Bisa Cek Jalur Rawan Bencana

Kamis 05 Mar 2026, 17:00 WIB
Ilustrasi bencana banjir melanda daerah. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Ilustrasi bencana banjir melanda daerah. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di sejumlah wilayah selama libur lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan memaksimalkan pemanfaatan Platform Peta Risiko Terintegrasi (InaRISK) yang dimiliki BNPB.

“Platform ini terintegrasi dengan data BMKG, Basarnas, CCTV sejumlah jalan, dan sumber informasi lainnya," kata Raditya saat dikonfirmasi, Kamis, 5 Maret 2026.

Raditya menjelaskan, platform masyarakat dapat memantau potensi ancaman bencana secara lebih cepat dan terintegrasi.

Baca Juga: BNPB Ungkap Penyebab Karhutla 40 Hektare di Flores Timur

Selain itu, InaRISK turut mengidentifikasi jalur mudik dan titik rawan bencana secara dinamis, sehingga dapat dimanfaatkan pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan berbasis risiko.

"Ini juga upaya untuk memastikan keamanan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik selama periode libur lebaran," ucapanya.

Ia menambahkan, masyarakat juga dapat memanfaatkan platform tersebut secara langsung melalui perangkat elektronik yang dimiliki. Dengan adanya platform InaRISK, pemudik bisa menganalisa potensi risiko bencana di jalur perjalanan yang akan dilalui, sehingga perjalanan direncanakan dengan lebih aman.

"Jadi bisa jadi instrumen bagi masyarakat untuk memilih rute alternatif apabila terdapat wilayah yang teridentifikasi rawan bencana," tuturnya.

Baca Juga: Jelang Nataru Banjir Bandang Terjang Kawasan Wisata Guci Tegal, BNPB Imbau Warga Waspada

Selain pemanfaatan teknologi, BNPB juga menyiapkan layanan pengaduan melalui call center 117 bagi masyarakat selama masa libur Lebaran yang bisa dihubungi selama 24 jam.

Dalam memperkuat kesiapsiagaan di daerah, BNPB juga menerbitkan surat edaran kepada para kepala daerah agar meningkatkan koordinasi dan kesiapan menghadapi potensi bencana.

Selanjutnya, pihaknya akan menyiapkan dukungan personel dan logistik di wilayah yang memiliki potensi bencana, khususnya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. BNPB membuka kemungkinan bekerja sama dengan berbagai instansi untuk melakukan operasi modifikasi cuaca guna meminimalkan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah rawan.

"Sejumlah personel BNPB akan diterjunkan guna memonitoring bersama pemerintah daerah setempat di posko terpadu yang disiapkan pada periode libur Lebaran nanti," pungkasnya.


Berita Terkait


News Update