JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pramono Anung resmi melantik 521 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Pelantikan ini menjadi bagian penting dalam penguatan reformasi birokrasi sekaligus mendorong transformasi Jakarta sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional.
Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa jabatan fungsional bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah profesional yang menuntut integritas, kompetensi, serta tanggung jawab tinggi.
“Jabatan fungsional adalah amanah profesional yang menuntut integritas, kompetensi, dan tanggung jawab. Peran Saudara sekalian menjadi bagian penting dalam memperkuat kinerja perangkat daerah serta mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional,” ujar Gubernur DKI Jakarta itu.
Baca Juga: Atasi Macet, Pramono Anung Izinkan Trotoar di TB Simatupang Dipangkas
Penguatan Reformasi Birokrasi Berbasis Meritokrasi
Pramono menekankan, pelantikan pejabat fungsional ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari penguatan reformasi birokrasi berkelanjutan untuk membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berbasis kinerja.
Bersama Wakil Gubernur Rano Karno, ia berkomitmen memperkuat sistem meritokrasi di tubuh Pemprov DKI Jakarta.
“Penempatan jabatan harus berbasis kompetensi dan capaian kinerja sehingga birokrasi yang kita bangun benar-benar profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.
Langkah ini sejalan dengan upaya menjadikan birokrasi Pemprov DKI Jakarta lebih adaptif terhadap dinamika global dan tantangan perkotaan.
473 Pejabat dari Satpol PP, Diminta Tegas dan Humanis
Dari total 521 pejabat fungsional yang dilantik, terdapat 15 jenis jabatan yang berasal dari 11 perangkat daerah.
Sebagian besar pejabat yang dilantik berasal dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), yakni sebanyak 473 orang.
Pramono mengimbau jajaran Satpol PP agar menjalankan tugas penegakan peraturan daerah secara tegas, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis, profesional, serta tanpa diskriminasi.
Pendekatan ini dinilai penting agar penegakan aturan tetap menjaga stabilitas sosial sekaligus menghormati hak-hak masyarakat.
Baca Juga: Pramono Anung Duga Tawuran Manggarai Sengaja Diviralkan untuk Konten
Selain Satpol PP, sejumlah guru juga turut dilantik dalam jabatan fungsional. Pramono berharap para guru dapat berperan aktif meningkatkan mutu pendidikan di Jakarta.
Ia menegaskan bahwa proses pembelajaran harus berjalan secara profesional, adil, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi muda.
“Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan inspiratif bagi generasi muda Jakarta,” kata Pramono.
Hal ini menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi Jakarta menuju kota global yang berdaya saing.
Baca Juga: Persija Keluhkan Kerusakan Rumput JIS Usai Konser, Ini Tanggapan Pramono Anung
Lima Pesan Penting untuk Pejabat Fungsional
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyampaikan lima pesan utama kepada para pejabat yang baru dilantik:
- Siap dan adaptif dalam memahami tugas serta mampu mengakselerasi program prioritas perangkat daerah.
- Inovatif dan berorientasi hasil, dengan menghadirkan perbaikan nyata bagi kualitas pelayanan publik.
- Menjaga sinergi dan solidaritas tim melalui komunikasi terbuka dan suasana kerja kondusif.
- Menjunjung profesionalisme dan integritas, serta menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, saran, dan kritik.
- Transparan dan akuntabel, sehingga setiap kebijakan dapat dipertanggungjawabkan dan meningkatkan kepercayaan publik.
Menurut Pramono, pejabat fungsional memiliki peran strategis dalam menjaga Jakarta dari dampak situasi global yang dinamis
Ia menegaskan, aparatur Pemprov DKI Jakarta harus memastikan ibu kota tetap menjadi ruang yang aman, nyaman, dan stabil agar dinamika eksternal tidak mengganggu aktivitas maupun kesejahteraan warga.
“Semoga semangat bersinergi, berinovasi, dan berkinerja terus terjaga demi menjadikan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, berdaya saing, dan menyejahterakan warganya,” pungkasnya. (cr-4).