Penjelasan Ustadz Adi Hidayat tentang amalan malam Ramadhan yang membawa pengampunan dosa. (Sumber: YouTube/Amalanku)

RAMADHAN

Amalan Malam Ramadhan Menurut Ustadz Adi Hidayat yang Bisa Menghapus Dosa Seumur Hidup

Rabu 04 Mar 2026, 13:02 WIB

POSKOTA.CO.ID - Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momen yang dinanti umat Islam di seluruh dunia. Selain identik dengan ibadah puasa, Ramadhan juga dikenal sebagai waktu terbaik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.

Tidak sedikit umat Muslim yang memanfaatkan datangnya Ramadhan sebagai titik awal perubahan hidup. Suasana spiritual yang lebih kuat membuat banyak orang terdorong memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, serta meninggalkan kebiasaan buruk yang selama ini dilakukan.

Ramadhan juga diyakini sebagai bulan penuh ampunan, di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Karena itu, berbagai kajian keislaman sering menekankan pentingnya memaksimalkan setiap malam Ramadhan agar tidak berlalu begitu saja tanpa makna.

Dalam salah satu kajian terbarunya, Adi Hidayat atau yang akrab disapa Ustadz Adi Hidayat (UAH), mengungkap adanya amalan istimewa yang dilakukan setiap malam Ramadhan dan diyakini mampu menghapus dosa-dosa masa lalu apabila dijalankan dengan penuh keikhlasan.

Baca Juga: Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Cek Prediksinya

Keutamaan Qiyam Ramadhan atau Shalat Tarawih

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan pengampunan dosa bagi setiap muslim yang memanfaatkan waktunya dengan ibadah terbaik. Salah satu amalan utama yang menjadi sorotan adalah Shalat Tarawih atau Qiyam Ramadhan.

"Ramadhan dapat menggugurkan seluruh dosa yang pernah dikerjakan selama hidup ini. Yang gugur adalah dosa, bukan hutang," ujar Ustadz Adi Hidayat di channel YouTube Amalanku yang dilansir Poskota pada 4 Maret 2026.

Menurutnya, hadis riwayat Muhammad al-Bukhari menjelaskan bahwa siapa pun yang menghidupkan malam Ramadhan dengan iman serta ihtisab yakni berharap pahala dan melakukan introspeksi diri maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu.

Baca Juga: Seberapa Besar Pahala Shalat Tarawih? Ini Dalil dan Penjelasannya

Gambaran Besarnya Pengampunan di Malam Ramadhan

Dalam penjelasannya, UAH memberikan ilustrasi yang menggambarkan luasnya rahmat Allah selama Ramadhan. Bahkan, ampunan tersebut bisa datang sejak malam pertama seseorang menjalankan ibadah.

"Baru takbir Allahu Akbar, baru iftitah, tiba-tiba ajal menjemputnya... itu seketika diberikan ampunan Allah. Meninggal dalam keadaan bersih, gugur semua dosa yang pernah dikerjakan seumur hidup," jelas beliau menggambarkan betapa saktinya amalan malam Ramadhan.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa kualitas niat dan keimanan menjadi faktor utama dalam meraih ampunan Allah, bukan semata lamanya seseorang menjalankan ibadah.

Perbedaan Istilah Saum dan Siam dalam Al-Quran

Dalam kajiannya, Ustadz Adi Hidayat juga menjelaskan perbedaan istilah puasa yang sering disalahpahami. Ia menekankan bahwa Al-Qur’an menggunakan kata Siam untuk puasa Ramadhan, bukan Saum.

Saum diartikan sebagai menahan diri secara umum, seperti menahan bicara atau tindakan tertentu. Sementara itu, Siam merupakan ibadah puasa yang memiliki sistem, aturan waktu, serta kurikulum spiritual yang jelas guna membentuk pribadi bertakwa.

Pemahaman ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi proses pendidikan spiritual yang terstruktur.

Baca Juga: Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri Lengkap dengan Arab dan Artinya

Takwa Jadi Tujuan Utama Ramadhan

UAH menegaskan bahwa tujuan utama seluruh ibadah Ramadhan adalah mencapai derajat takwa. Menurutnya, takwa bukan hanya membawa manfaat di akhirat, tetapi juga solusi nyata dalam kehidupan dunia.

Ia mengutip pesan dalam Surah At-Talaq bahwa orang bertakwa akan mendapatkan berbagai kemudahan hidup, di antaranya jalan keluar dari persoalan hidup serta rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

"Bukan kehilangan masalah, tapi sebelum masalah datang, diringankan dulu oleh Allah sehingga seakan-akan masalah itu lewat begitu saja," tambah beliau.

Takwa, lanjutnya, menghadirkan ketenangan batin, keharmonisan keluarga, hingga keberkahan rezeki yang sering kali tidak dapat diukur secara materi.

Di akhir kajiannya, Ustadz Adi Hidayat mengajak umat Islam memperbanyak doa agar diberi kesempatan bertemu dan menghidupkan Ramadhan dengan ibadah terbaik, sehingga keberkahan bulan suci benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Tags:
Pengampunan di Malam RamadhanQiyam RamadhanShalat TarawihUAHRamadhanAdi HidayatUstadz Adi Hidayat

Aldi Harlanda Irawan

Reporter

Aldi Harlanda Irawan

Editor