Puasa tanpa shalat, apakah sah dan diterima? simak penjelasannya. (Sumber: Pinterest/Ariful Islam)

RAMADHAN

Puasa Tanpa Shalat, Apakah Sah dan Diterima? Ini Penjelasan Lengkapnya

Selasa 03 Mar 2026, 15:26 WIB

POSKOTA.CO.ID - Pertanyaan tidak shalat tapi puasa, apakah diterima? kerap muncul setiap bulan Ramadan.

Tidak sedikit umat Islam yang tetap berpuasa, tetapi masih meninggalkan shalat lima waktu. Lalu bagaimana hukumnya? Apakah puasanya tetap sah dan diterima?

Isu ini perlu dijawab secara hati-hati karena menyangkut dua ibadah pokok dalam Islam: shalat dan puasa. Keduanya merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat.

Dilansir dari laman resmi rumah zakat pada Selasa, 3 Maret 2026. Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Salat Gerhana Mulai Jam Berapa saat Ramadhan? Ini Jadwal Masing-masing Daerah

Kedudukan Shalat dalam Islam

Ilustrasi. Shalat dalam Islam. (Sumber: Freepik/rawpixel.com)

Shalat adalah rukun Islam kedua setelah syahadat dan dikenal sebagai tiang agama. Ibadah ini menjadi pembeda utama antara Muslim dan non-Muslim.

Dalam banyak hadis, nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa shalat memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Karena itu, meninggalkannya bukan perkara ringan.

Mayoritas ulama sepakat bahwa meninggalkan shalat secara sengaja termasuk dosa besar. Bahkan, sebagian ulama berpendapat bahwa meninggalkan shalat dengan sengaja dapat menyeret seseorang pada kekufuran, meski rincian hukumnya masih diperdebatkan.

Dengan memahami urgensi shalat, maka pertanyaan tentang puasa tanpa shalat harus dilihat dalam konteks yang lebih luas.

Baca Juga: Prediksi Malam Lailatul Qadar 2026, Ini Daftar Malam Ganjil di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Apakah Puasa Tetap Sah Jika Tidak Shalat?

Secara hukum fikih, shalat dan puasa adalah dua ibadah yang berdiri sendiri. Sah atau tidaknya puasa ditentukan oleh terpenuhi atau tidaknya syarat dan rukun puasa, seperti:

Artinya, jika seseorang tetap menahan diri dari perkara yang membatalkan puasa, maka secara fikih puasanya tetap sah.

Namun, sah belum tentu diterima secara sempurna di sisi Allah SWT. Para ulama menjelaskan bahwa ibadah yang dilakukan tanpa menjalankan kewajiban lain berisiko kehilangan nilai kesempurnaannya.

Baca Juga: Waspada! 5 Hal Ini Bisa Hanguskan Pahala Puasa Ramadhan

Hubungan Antara Shalat dan Puasa

Puasa di bulan Ramadan sejatinya bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ia menjadi sarana pembinaan ketakwaan secara menyeluruh.

Tidak shalat tapi puasa menunjukkan adanya ketimpangan dalam menjalankan kewajiban agama. Shalat diwajibkan setiap hari, sementara puasa hanya satu bulan dalam setahun.

Jika kewajiban harian yang lebih utama ditinggalkan, tentu hal ini menjadi persoalan serius.

Sebagian ulama bahkan mengingatkan bahwa meninggalkan shalat dapat menghapus pahala amal lainnya. Meski terdapat perbedaan pendapat dalam detail hukumnya, seluruh ulama sepakat bahwa meninggalkan shalat adalah dosa besar yang tidak boleh diremehkan.

Baca Juga: 5 Tradisi Unik Ramadhan Khas Indonesia yang Penuh Makna

Apakah Masih Ada Harapan?

Jawabannya: masih ada, selama seseorang mau bertaubat.

Ramadan justru menjadi momentum terbaik untuk memperbaiki diri. Daripada meninggalkan puasa karena merasa belum sempurna dalam shalat, lebih baik tetap menjalankan puasa sembari mulai memperbaiki shalat secara bertahap.

Langkah kecil seperti menjaga satu waktu shalat, lalu bertambah hingga lima waktu, adalah bentuk kesungguhan yang sangat bernilai di sisi Allah SWT.

Pentingnya Taubat dan Perbaikan Diri

Islam membuka pintu taubat seluas-luasnya. Seseorang yang menyadari kekeliruannya dan bertekad memperbaiki diri memiliki kedudukan mulia.

Puasa bukan hanya ibadah fisik, melainkan juga latihan ketaatan total. Ketaatan tersebut tentu mencakup shalat sebagai ibadah utama.

Karena itu, Ramadan seharusnya menjadi titik balik untuk memperbaiki seluruh aspek ibadah, bukan sekadar menahan lapar dan haus.

Jadi Tidak shalat tapi puasa, apakah diterima?

Secara hukum fikih, puasa tetap sah selama syarat dan rukunnya terpenuhi. Namun, meninggalkan shalat adalah dosa besar yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan nilai ibadah di sisi Allah SWT.

Puasa seharusnya menjadi momentum memperbaiki shalat, bukan alasan merasa cukup dengan satu ibadah saja. Keduanya adalah kewajiban yang tidak dapat dipilih salah satunya.

Semoga Ramadan menjadi waktu terbaik untuk meningkatkan kualitas iman, menjaga shalat lima waktu, serta menyempurnakan puasa dengan penuh kesungguhan.

Tags:
Allah SWTMuhammad SAWrukun IslamsyahadatKedudukan Shalat dalam IslamMuslimshalat lima waktuumat Islambulan Ramadanpuasashalat

Insan Sujadi

Reporter

Insan Sujadi

Editor