Serangan Gabungan AS-Israel ke Iran, Ini Fakta Lengkap yang Perlu Diketahui

Senin 02 Mar 2026, 14:35 WIB
Ilustrasi perang Israel vs Iran (Sumber: Youtube/@Moquete dan Geopolítica Pura)

Ilustrasi perang Israel vs Iran (Sumber: Youtube/@Moquete dan Geopolítica Pura)

POSKOTA.CO.ID - Eskalasi besar terjadi di kawasan Timur Tengah pada Sabtu, 28 Februari 2026, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan operasi militer terkoordinasi ke wilayah Iran.

Serangan yang digambarkan sebagai pre-emptive strike oleh Israel ini memicu ledakan di Tehran dan beberapa kota besar lain, menandai titik paling genting dalam hubungan ketiga negara tersebut selama satu dekade terakhir.

Pemerintah Israel menyatakan bahwa operasi itu menyasar puluhan situs militer dan fasilitas strategis yang dianggap mengancam keamanan nasional. Serangan ini, menurut otoritas setempat, merupakan hasil perencanaan selama berbulan-bulan bersama militer Amerika Serikat.

Di Washington, presiden AS menyebut langkah tersebut sebagai “operasi tempur besar-besaran” dengan tujuan melemahkan kemampuan misil Iran dan menekan rezim di Teheran.

Serangan dilakukan setelah berbagai upaya diplomasi mengenai program nuklir Iran dinyatakan gagal dan ketegangan terus meningkat. Berikut adalah fakta-fakta yang perlu diketahui.

Baca Juga: Gejolak Diplomatik AS–Iran Mengganggu Akses Internet dan Sistem Siber Global

Iran Tutup Wilayah Udara dan Luncurkan Respons Cepat

Iran merespons dengan cepat. Tak lama setelah serangan pertama, sirene peringatan berbunyi di sejumlah kota besar. Pemerintah Iran menutup wilayah udara nasional dan mengaktifkan seluruh sistem pertahanan.

Eskalasi ini dengan segera mencapai level tertinggi dalam konflik berkepanjangan antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv. Dalam hitungan jam, Iran meluncurkan serangkaian rudal balistik dan drone ke target Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Teluk.

Serangan balasan itu memicu penangguhan rute penerbangan di seluruh wilayah Timur Tengah dan meningkatkan kecemasan global terkait potensi perang regional yang lebih luas.

Pernyataan Presiden AS: Kami Akan Hancurkan Industri Rudal Mereka

Dalam sebuah pidato video yang diunggah ke platform media sosialnya, Presiden Amerika Serikat menyampaikan alasan di balik operasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Iran tengah membangun kembali program nuklirnya sambil meningkatkan kemampuan rudal jarak jauh yang dianggap mengancam pasukan AS, sekutu Eropa, hingga daratan Amerika.

“Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meratakan industri rudal mereka sampai ke tanah. Itu akan benar-benar dihancurkan total,” ujarnya dalam rekaman tersebut dikutip dari Asharq al-Awsat.


Berita Terkait


News Update