Polri Laksanakan Operasi Ketupat 2026 Kawal Mudik, 161.243 Personel Dikerahkan

Senin 02 Mar 2026, 20:20 WIB
Ilustrasi, kemacetan mudik Lebaran 2026. (Sumber: freepik)

Ilustrasi, kemacetan mudik Lebaran 2026. (Sumber: freepik)

POSKOTA.CO.ID - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 untuk mengawal mudik Lebaran tahun ini.

Hari raya Idul Fitri 1447 H yang akrab disebut Lebaran menjadi momen bagi masyarakat muslim di Indonesia untuk melakukan mudik.

Banyak masyarakat yang berdomisili di perkotaan biasanya pulang kampung untuk merayakan lebaran bersama sanak keluarga.

Oleh karena itu, Polri menyatakan kesiapan penuh untuk melaksanakan pengamanan terhadap pergerakan warga menjelang Idul Fitri guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.

Baca Juga: Konflik Iran Memanas, MUI Minta RI Cabut Keanggotaan dari Board of Peace

Dilansir dari laman resmi Polri, sebanyak 161.243 personel bakal dikerahkan dalam pelaksanaan pengamanan operasi Ketupat 2026.

Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Operasi Ketupat 2026 akan dimulai pada 13-25 Maret, yakni pada momentum mudik dan arus balik Lebaran.

Pengamanan dilakukan terhadap 185.608 objek vital yang tersebar di berbagai wilayah, meliputi masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata.

Selain itu, aparat juga memperketat penjagaan di terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Baca Juga: Hadiri Pemakaman Try Sutrisno, SBY dan LBP Kenang Keteledanan Almarhum

"Nanti ada beberapa kegiatan-kegiatan manajemen rekayasa arus lalin di jalur tol antara lain nanti berupa ganjil genap akan juga dilaksanakan, kemudian one way, contraflow, delaying system, juga ada buffer zone di pelabuhan," ucap Wakapolri, Senin, 2 Maret 2026.

Lebih lanjut, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, tahun ini akan terjadi penurunan jumlah pemudik dibandingkan tahun sebelumnya.

Polri memprediksi jumlah pemudik di 2026 mencapai 143,9 juta orang, turun 1,75 persen dari tahun 2025 lalu.


Berita Terkait


News Update