Selama operasi berlangsung, lanjut Dedi, sebanyak 2.746 posko akan didirikan, terdiri atas 1.624 posko pengamanan, 779 posko pelayanan, dan 343 posko terpadu.
Secara keseluruhan, terdapat 185.608 objek yang menjadi prioritas pengamanan, mulai dari tempat ibadah dan lokasi salat Id, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata.
“Polri juga memberikan pelayanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian setempat bagi masyarakat yang nantinya akan melaksanakan kegiatan mudik," terang Dedi.
Baca Juga: Ketua MPR Kenang Try Sutrisno sebagai Sosok Pejuang
Adapun puncak arus mudik, kata Dedi, diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026.
Periode tersebut bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi yang diperkirakan turut memengaruhi kepadatan lalu lintas di sejumlah daerah.
Sementara itu, arus balik diperkirakan memuncak pada 25-26 Maret serta 28-29 Maret 2026. Untuk mengantisipasi kemacetan, Polri menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas seperti ganjil-genap, sistem satu arah (one way), contra-flow, hingga delaying system.
"Polri mengoptimalkan layanan 110 sebagai hotline untuk layanan pengaduan, laporan tanggap darurat, dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat bila membutuhkan kepolisian,” kata Dedi. (man)
