BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung menyisir jajanan takjil dijajakan di sepanjang Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin, 2 Maret 2026.
Dalam sidak tersebut, belasan sampel makanan langsung dicomot dari lapak pedagang untuk diuji cepat di tempat. Mulai dari cilor (aci telor), saus, es buah, bakso goreng, tahu, cakwe, pacar cina hingga aneka jajanan lainnya tak luput dari pemeriksaan petugas.
Kepala BBPOM Bandung, I Made Bagus Gerametta menyebutkan, total ada 14 sampel takjil yang diuji langsung di lokasi. Pengujian dilakukan untuk memastikan makanan tidak mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, Rhodamin B, maupun Methanil Yellow.
"Hari ini kita melakukan pengujian sebanyak 14 sampel makanan takjil. Hasilnya semua bagus, tidak ada yang terindikasi bahan berbahaya," kata Bagus, Senin, 2 Maret 2026.
Baca Juga: Atraksi Barongsai dan Liong Keliling Danau, Imlek di Floating Market Lembang Meriah
Bagus menambahkan, pengujian serupa juga dilakukan di sejumlah daerah lain. Di Kota Bandung saja, petugas mengambil 14 sampel tambahan atau 28 diuji dalam sehari.
"Jadi totalnya 28 sampel. Dan semuanya memenuhi syarat, tidak mengandung bahan berbahaya," ujarnya.
Selain menyasar pedagang takjil, BBPOM bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Bandung Barat turut memeriksa sarana distribusi pangan dan ritel modern di kawasan Lembang.
Sebanyak 12 sarana diperiksa, terdiri dari tiga distributor pangan dan 9 ritel modern. Hasilnya, petugas masih menemukan produk yang dijual tanpa izin edar.
Baca Juga: Ribuan Pelajar Ikuti Camp Dai Muda di Lembang, Dedi Mulyadi: Mental Harus Tangguh
"Tadi di sarana distribusi kita memeriksa 12 sarana. Masih ditemukan produk tanpa izin edar. Produk-produk tersebut kita amankan dan akan dikembalikan ke distributor," ucapnya.
