Iran menyebut tindakan ini sebagai hak pembelaan diri atas "agresi brutal" yang menimbulkan kerusakan signifikan dan korban sipil di wilayahnya.
Dampak dan Potensi Perluasan Konflik
Situasi terkini menunjukkan peningkatan intensitas serangan timbal balik antara Iran dengan koalisi AS-Israel.
Beberapa negara Teluk telah mengaktifkan sistem pertahanan udara mereka untuk mengintersep rudal Iran, sementara korban jiwa dilaporkan bertambah di berbagai lokasi, termasuk Israel dan negara-negara yang menjadi sasaran.
Eskalasi ini berpotensi meluas menjadi konflik regional yang lebih besar, mengingat keterlibatan proxy Iran seperti Hezbollah yang juga mulai aktif menyerang target Israel.
Para pengamat memperingatkan risiko gangguan stabilitas energi global akibat ketegangan di kawasan Teluk Persia.
Pihak Iran menegaskan bahwa operasi akan berlanjut hingga "agresi dihentikan", sementara AS dan Israel menyatakan komitmen untuk melanjutkan operasi guna mencapai tujuan strategis mereka, termasuk pembatasan kemampuan rudal dan nuklir Iran.
Konflik ini terus dipantau secara ketat oleh komunitas internasional, dengan kekhawatiran atas dampak kemanusiaan dan ekonomi yang semakin meluas di Timur Tengah.
