Balas dendam Iran makin ganas. (Sumber: Generated)

Internasional

Balas Dendam Iran Makin Ganas, Gelombang Serangan ke-9 Sasar Israel dan Target AS

Senin 02 Mar 2026, 17:15 WIB

POSKOTA.CO.ID - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis baru setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan dimulainya gelombang serangan kesembilan dalam Operasi True Promise 4.

Serangan ini menyasar wilayah pendudukan Israel serta berbagai fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Menurut pernyataan resmi IRGC yang disiarkan melalui stasiun televisi Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), operasi ini merupakan kelanjutan pembalasan atas agresi yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.

"Gelombang kesembilan Operasi True Promise 4 telah dimulai terhadap target-target di seluruh wilayah pendudukan dan target-target AS di Timur Tengah," demikian kutipan IRGC.

Klaim Penghancuran Sistem Pertahanan Rudal THAAD di UEA

Klaim Penghancuran Sistem Pertahanan Rudal THAAD di UEA.

Dalam pernyataan yang sama, IRGC mengklaim keberhasilan angkatan udaranya dalam menghancurkan sistem pertahanan rudal canggih Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) milik AS yang ditempatkan di Al Dhannah, Uni Emirat Arab (UEA).

Baca Juga: Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Ini Profil dan Jejak 36 Tahun Kepemimpinannya di Iran

Serangan presisi ini disebut menggunakan rudal berpemandu akurat dari pasukan aerospace IRGC.

Klaim ini muncul di tengah laporan bahwa serangan Iran sebelumnya telah menyebabkan korban di beberapa negara Teluk yang menjadi tuan rumah basis militer AS, termasuk ledakan dan intersepsi rudal di wilayah UEA, Bahrain, Qatar, serta Kuwait.

Latar Belakang Eskalasi: Serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026

Eskalasi ini bermula dari serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026, yang menargetkan berbagai lokasi di Iran, termasuk ibu kota Teheran.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tinggi Iran, termasuk Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat militer senior.

Serangan balasan Iran dimulai segera setelahnya, dengan gelombang rudal dan drone yang menyasar Israel serta basis AS di seluruh Timur Tengah.

Iran menyebut tindakan ini sebagai hak pembelaan diri atas "agresi brutal" yang menimbulkan kerusakan signifikan dan korban sipil di wilayahnya.

Baca Juga: Serangan Amerika Serikat–Israel ke Iran Membuat Penerbangan Kacau, Ribuan Jemaah Umrah Tertahan di Bandara

Dampak dan Potensi Perluasan Konflik

Situasi terkini menunjukkan peningkatan intensitas serangan timbal balik antara Iran dengan koalisi AS-Israel.

Beberapa negara Teluk telah mengaktifkan sistem pertahanan udara mereka untuk mengintersep rudal Iran, sementara korban jiwa dilaporkan bertambah di berbagai lokasi, termasuk Israel dan negara-negara yang menjadi sasaran.

Eskalasi ini berpotensi meluas menjadi konflik regional yang lebih besar, mengingat keterlibatan proxy Iran seperti Hezbollah yang juga mulai aktif menyerang target Israel.

Para pengamat memperingatkan risiko gangguan stabilitas energi global akibat ketegangan di kawasan Teluk Persia.

Pihak Iran menegaskan bahwa operasi akan berlanjut hingga "agresi dihentikan", sementara AS dan Israel menyatakan komitmen untuk melanjutkan operasi guna mencapai tujuan strategis mereka, termasuk pembatasan kemampuan rudal dan nuklir Iran.

Konflik ini terus dipantau secara ketat oleh komunitas internasional, dengan kekhawatiran atas dampak kemanusiaan dan ekonomi yang semakin meluas di Timur Tengah.

Tags:
Serangan AS-IsraelUni Emirat ArabAl DhannahTHAADTerminal High Altitude Area DefenseIslamic Republic of Iran BroadcastingAmerika SerikatIRGCKorps Garda Revolusi Islam IranTimur Tengah

Insan Sujadi

Reporter

Insan Sujadi

Editor