Ilustrasi Jemaah Umroh di Ka'bah (Sumber: Pexels)

Internasional

Serangan Amerika Serikat–Israel ke Iran Membuat Penerbangan Kacau, Ribuan Jemaah Umrah Tertahan di Bandara

Minggu 01 Mar 2026, 06:17 WIB

POSKOTA.CO.ID - Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas dan langsung berdampak pada sektor transportasi udara di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah jadwal penerbangan dari dan menuju wilayah tersebut dibatalkan secara mendadak sejak Sabtu malam, menyebabkan ribuan penumpang dari berbagai maskapai terlantar di bandara.

Bandara-bandara internasional di kawasan seperti Dubai, Bahrain, dan berbagai kota di Arab Saudi terpaksa menutup sebagian ruang udaranya mengikuti instruksi keamanan otoritas penerbangan setempat.

Penerbangan komersial yang melintasi rute udara Timur Tengah juga dialihkan, ditunda, hingga dibatalkan demi menjamin keselamatan.

Baca Juga: Profil Ayatollah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Jadi Sasaran Operasi AS

Maskapai Saudia Umumkan Pembatalan Penerbangan

Salah satu maskapai yang mengeluarkan pengumuman resmi adalah Saudi Airlines (Saudia). Dalam siaran persnya, perusahaan menyatakan telah melakukan penyesuaian operasional karena perkembangan situasi keamanan di kawasan.

“Saudia mengonfirmasi bahwa, sehubungan dengan situasi yang berkembang di kawasan dan penutupan wilayah udara, beberapa penerbangan telah ditangguhkan atau dibatalkan sesuai standar keselamatan dan keamanan penerbangan,” tulis pernyataan resmi maskapai tersebut, Minggu, 1 Maret 2026.

Penumpang yang terdampak diarahkan untuk melakukan penjadwalan ulang melalui saluran resmi, sementara akses menuju layanan pelanggan mengalami peningkatan antrian akibat lonjakan permintaan.

58.873 Jemaah Umrah Indonesia Masih Berada di Arab Saudi

Di tengah situasi ini, pemerintah Indonesia memastikan bahwa sebanyak 58.873 jemaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, 28 Februari 2026.

Puji menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan menyiapkan skenario respons cepat apabila diperlukan langkah-langkah perlindungan tambahan.

Baca Juga: Teheran Diserang, Kedutaan Iran Minta Indonesia dan Dunia Kutuk Agresi AS-Israel

Pemerintah Indonesia Intensifkan Koordinasi

Kementerian Haji dan Umrah Indonesia (Kemenhaj) menegaskan bahwa koordinasi dengan berbagai instansi, baik di dalam negeri maupun dengan otoritas Arab Saudi, terus dilakukan.

“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tegas Puji.

Ia juga meminta agar seluruh PPIU menjaga komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, dan KBRI Riyadh agar setiap perkembangan bisa ditindaklanjuti secara cepat dan akurat.

Pemerintah, memiliki komitmen penuh untuk memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh jemaah, termasuk antisipasi bila terjadi perubahan kebijakan penerbangan di Arab Saudi.

Baca Juga: Israel-AS Serang Iran, Kemlu RI Pastikan Keselamatan WNI

Imbauan untuk Keluarga Jemaah di Tanah Air

Kemenhaj juga meminta keluarga para jemaah umrah di Indonesia agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum terkonfirmasi.

Kementerian menegaskan pentingnya memperoleh informasi hanya dari kanal resmi PPIU atau pemerintah, guna menghindari kesimpangsiuran informasi di tengah situasi sensitif ini.

Ketegangan Iran–AS tidak hanya memengaruhi penerbangan domestik di Timur Tengah, tetapi juga rute internasional yang menggunakan jalur udara kawasan tersebut sebagai koridor transit.

Tags:
Serangan Amerika Serikat–IsraelIrankeamanan penerbanganTimur Tengahpembatalan penerbanganAmerika Serikatjemaah umrah Indonesia

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor