Setelah revolusi berhasil, Khamenei menduduki berbagai posisi strategis, termasuk pengawas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Imam Salat Jumat Teheran.
Selamat dari Upaya Pembunuhan 1981
Pada 27 Juni 1981, Khamenei menjadi target serangan bom oleh kelompok Mujahedin-e Khalq. Ledakan tersebut menyebabkan lengan kanannya lumpuh permanen serta cedera serius pada pita suara dan paru-paru.
Sejak saat itu, ia dikenal selalu berjabat tangan dengan tangan kiri.
Masa Kepresidenan (1981–1989)
Usai terbunuhnya Presiden Mohammad-Ali Rajai, Khamenei terpilih sebagai Presiden Iran pada Oktober 1981 dengan 97 persen suara. Ia menjadi ulama pertama yang menjabat presiden dan kembali terpilih pada 1985.
Masa kepemimpinannya bertepatan dengan Perang Iran-Irak (1980–1988). Ia dikenal sangat memperhatikan detail militer dan memperkuat hubungan dengan IRGC.
Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran
Setelah wafatnya Ruhollah Khomeini pada 4 Juni 1989, Majelis Ahli menunjuk Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi. Saat itu, konstitusi diubah agar ia memenuhi syarat menduduki jabatan tersebut.
Baca Juga: Israel-AS Serang Iran, Kemlu RI Pastikan Keselamatan WNI
Selama lebih dari tiga dekade, Khamenei menjadi figur paling berpengaruh di Iran, bahkan disebut sebagai pemimpin terlama di Timur Tengah saat wafatnya.
Kebijakan Domestik dan Gelombang Protes
Di bidang ekonomi, ia mendorong privatisasi dan ambisi menjadikan Iran sebagai kekuatan energi global. Namun, kepemimpinannya juga diwarnai gelombang protes besar, mulai dari demonstrasi mahasiswa 1999 hingga protes nasional 2025–2026.
Para pengkritiknya menilai ia memimpin secara otoriter, dengan pembatasan kebebasan pers dan tindakan represif terhadap oposisi.
Kebijakan Luar Negeri dan Program Nuklir
Khamenei memainkan peran penting dalam memperluas pengaruh regional Iran melalui dukungan terhadap kelompok sekutu di Suriah, Irak, Yaman, dan Gaza.
Ia mendukung program nuklir Iran untuk tujuan sipil dan mengeluarkan fatwa yang melarang senjata pemusnah massal. Meski begitu, Iran tetap menjadi sorotan dunia terkait ambisi nuklir dan pengembangan militernya.
