Pengamat Nilai Asusila di Taman Kota Cerminan Masalah Sosial Perkotaan

Sabtu 28 Feb 2026, 17:58 WIB
Ilustrasi pengunjung taman kota di Jakarta. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Ilustrasi pengunjung taman kota di Jakarta. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Pola patroli pun, menurutnya, tidak dibuat terlalu rutin agar tidak mudah dipetakan pihak-pihak yang berniat melakukan pelanggaran.

“Di kampus kami di UI Depok juga banyak hutannya, bahkan lebih lebat. Tapi ada patroli. Jamnya juga tidak selalu sama supaya orang-orang yang punya niat buruk tidak bisa memetakan,” tuturnya.

Sementara itu, Langkah pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pengelola fasilitas publik. Keluarga-keluarga di ibu kota juga perlu memiliki mekanisme kontrol internal untuk mencegah anggota keluarganya, terutama anak-anak, terjerumus perilaku menyimpang.

“Ini juga jadi catatan bahwa keluarga di perkotaan harus punya mekanisme pencegahan agar anggota keluarganya terhindar dari perilaku-perilaku menyimpang seperti ini,” ujar dia.

Lebih lanjut, ia menuturkan, kombinasi pengelolaan fasilitas publik optimal, pengawasan aktif, serta patroli keamanan sangat penting untuk menjaga fungsi ruang publik.

Baca Juga: Dicekoki Miras, Pengamen Setubuhi Gadis Dibawah Umur di Taman Kota Kecamatan Ciruas, Serang

"Serta penguatan kontrol sosial di lingkungan keluarga menjadi kunci agar ruang-ruang publik di Jakarta benar-benar aman dan berfungsi sesuai peruntukannya," pungkasnya. (cr-4)


Berita Terkait


News Update