Pola patroli pun, menurutnya, tidak dibuat terlalu rutin agar tidak mudah dipetakan pihak-pihak yang berniat melakukan pelanggaran.
“Di kampus kami di UI Depok juga banyak hutannya, bahkan lebih lebat. Tapi ada patroli. Jamnya juga tidak selalu sama supaya orang-orang yang punya niat buruk tidak bisa memetakan,” tuturnya.
Sementara itu, Langkah pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pengelola fasilitas publik. Keluarga-keluarga di ibu kota juga perlu memiliki mekanisme kontrol internal untuk mencegah anggota keluarganya, terutama anak-anak, terjerumus perilaku menyimpang.
“Ini juga jadi catatan bahwa keluarga di perkotaan harus punya mekanisme pencegahan agar anggota keluarganya terhindar dari perilaku-perilaku menyimpang seperti ini,” ujar dia.
Lebih lanjut, ia menuturkan, kombinasi pengelolaan fasilitas publik optimal, pengawasan aktif, serta patroli keamanan sangat penting untuk menjaga fungsi ruang publik.
Baca Juga: Dicekoki Miras, Pengamen Setubuhi Gadis Dibawah Umur di Taman Kota Kecamatan Ciruas, Serang
"Serta penguatan kontrol sosial di lingkungan keluarga menjadi kunci agar ruang-ruang publik di Jakarta benar-benar aman dan berfungsi sesuai peruntukannya," pungkasnya. (cr-4)
