JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi Pemprov DKI terus memperkuat pengawasan ruang terbuka hijau (RTH) yakni taman lingkungan, taman kota, hingga hutan kota di wilayah Jakarta.
Hal ini dilakukan untuk memastikan area publik tersebut aman, nyaman, dan bebas dari aktivitas menyimpang, termasuk praktik prostitusi terselubung yang kerap terjadi pada malam hari.
Stafsus Gubernur Jakarta bidang Media dan Komunikasi Publik, Chico Hakim menyampaikan bahwa hingga awal 2026, Jakarta telah memiliki lebih dari 1.300 taman lingkungan dan taman kota, serta sekitar 100 hingga 120 hutan kota yang tersebar di seluruh wilayah ibu kota.
"Hingga awal 2026, terdapat lebih dari 1.300 taman lingkungan dan taman kota, serta sekitar 100-120 hutan kota yang tersebar di seluruh wilayah," ucap Chico kepada Poskota, Sabtu 28 Februari 2026.
Baca Juga: Pengamat Nilai Asusila di Taman Kota Cerminan Masalah Sosial Perkotaan
Lebih lanjut, Chico mengatakan, sepanjang 2025 tercatat telah dibangun 21 RTH baru yang terdiri dari 15 taman dan tiga hutan kota, dengan target jumlah tersebut terus meningkat.
Saat ini, luas RTH Jakarta masih berada di kisaran 5,31 hingga 5,45 persen dari total wilayah, jauh dari target ideal 30 persen sebagaimana diamanatkan undang-undang.
"Pada 2025, telah dibangun 21 RTH baru (termasuk 15 taman dan 3 hutan kota), dengan target terus bertambah untuk mendekati 30 persen luas RTH sesuai UU. Luas RTH saat ini sekitar 5,31-5,45 persen dari total wilayah Jakarta," ujar Chico.
Untuk pengawasan, Chico menyebut bahwa pihaknya juga melakukan pengawasan 24 jam dengan kamera pengawas atau CCTV di titik titik utama.
Baca Juga: Camat Makasar Ungkap Asusila di Hutan Kota Cawang Pernah Terjadi Sejak 2023
"Patroli malam gabungan (Satpol PP, polisi, TNI/Babinsa-Bhabinkamtibmas), pemasangan lampu tembak LED, pemangkasan vegetasi rindang, dan penutupan akses ilegal," ucap Chico.
Chico mengungkapkan, operasi gabungan juga rutin dilakukan setiap malam yang dimulai pada pukul 21.00 WIB.
"Operasi malam rutin dimulai pukul 21.00 WIB di lokasi rawan, plus monitoring via aplikasi dan laporan warga (112 atau JAKI)," ungkapnya.
Dalam upaya mengantisipasi praktik prostitusi di taman dan hutan kota, Pemprov DKI Jakarta menerapkan pendekatan komprehensif.
Baca Juga: Viral Pemotor Wanita di Cengkareng Jakbar Teriak Usai Merasa Dibegal, Polisi Beri Penjelasan
Revitalisasi fisik menjadi langkah awal, dengan memastikan pencahayaan memadai dan menghilangkan spot-spot gelap yang berpotensi disalahgunakan.
Selain itu, penutupan akses ilegal juga dilakukan secara tegas, seperti di kawasan Taman Kota Cawang yang sejumlah celah masuknya ditutup permanen.
"Patroli intensif malam hari oleh tim gabungan untuk deteksi dan penindakan. Kerja sama dengan masyarakat, edukasi, dan penegakan hukum tegas terhadap pelaku serta penyalahgunaan (miris, alat kontrasepsi, dll)," ungkap dia.
Dia memastikan, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan pada RTH di Jakarta.
"Kami terus tingkatkan upaya agar RTH tetap aman dan nyaman bagi warga," ujarnya. (cr-4)