Ia menjelaskan bahwa sebelumnya motor yang digunakan pernah mengalami kerusakan pada bagian shockbreaker akibat membawa beban yang dinilai terlalu berat.
"Motor gue itu shock-nya pernah gue ganti gara-gara keseringan bawa penumpang yang big size," jelasnya.
Pengemudi tersebut juga menyebut bahwa platform ojol menyediakan pilihan layanan dengan kapasitas kendaraan berbeda, termasuk kategori motor berukuran XL yang dinilai lebih sesuai untuk penumpang dengan postur tubuh besar.
Baca Juga: Setelah Ditinggal Yanuar Faisal Qwang, Bagaimana Nasib Karier Hindia? Ini Ulasannya
Permintaan Maaf Disampaikan ke Publik
Setelah video tersebut menuai kontroversi, sang driver akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. Ia mengakui cara penyampaian yang dilakukan melalui media sosial kurang bijak dan berjanji akan lebih berhati-hati ke depannya.
Permintaan maaf itu disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus upaya meredakan polemik yang terus berkembang di ruang publik digital.
Kasus ini minumbulkan perdebatan mengenai batas antara pertimbangan keselamatan pengemudi dan potensi diskriminasi terhadap penumpang, terutama dalam layanan transportasi berbasis aplikasi yang kini menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
