Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait di Jakarta Pusat, Jumat, 27 Februari 2026. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA RAYA

Gotong Royong Penataan Kawasan Menteng Tenggulun Jadi Sentra UMKM Produktif Ditargetkan Rampung 8 Juni 2026

Jumat 27 Feb 2026, 19:51 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Di tengah padatnya pemukiman di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, semangat gotong royong kembali dihidupkan. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Menteri Ara) memastikan bahwa program Gotong Royong Penataan Kawasan Kumuh dan Pembinaan UMKM di kawasan tersebut akan dimulai pada 28 Maret 2026 dan ditargetkan selesai pada 8 Juni 2026.

Program ini menjadi bukti nyata pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan lingkungan layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Total rumah yang direnovasi sebanyak 82, dua sudah selesai, Rumah Pak Sapri dan Pak Tatang. Kita akan merenovasi 80 rumah lagi, 30 rumah dari Astra, dan 50 rumah dari Pak Boy Thohir dan Pak Lawrence Barki. Kita juga dibantu Pemda DKI untuk izin-izinnya. Program ini akan dimulai 28 Maret dan ditargetkan selesai 8 Juni 2026,” ujar Menteri Ara saat meninjau langsung lokasi penataan di Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 27 Februari 2026.

Ia menegaskan, gotong royong menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan kawasan padat perkotaan secara manusiawi dan berkelanjutan. Kelurahan Menteng memiliki sepuluh RW dengan total sekitar 29 ribu penduduk. Enam RW di antaranya tergolong kawasan padat dan kumuh, sedangkan empat lainnya merupakan wilayah elit. Melalui program ini, pemerintah ingin mengubah wajah kawasan padat tersebut menjadi lingkungan yang bersih, tertata, dan produktif secara ekonomi, tanpa harus menggusur warganya.

Baca Juga: DPRD DKI Minta Penertiban Lapangan Padel Tanpa PBG Dilakukan Proporsional

Menteri Ara mengingatkan bahwa penataan kawasan tidak boleh hanya berhenti pada tahap peresmian.

“Bagaimana daerah yang kumuh dan jorok bisa direalisasikan menjadi bersih, jangan 1-2 bulan kumuh lagi. Buat manajemen perawatannya secara utuh. Jangan hanya diresmikan, dua bulan kumuh lagi, tetapi untuk selamanya. Bertahun-tahun harus tetap bagus,” ujarnya.

Menurutnya, kunci keberhasilan terletak pada pengelolaan yang berkelanjutan, termasuk pengaturan parkir dan fasilitas umum agar kawasan tetap rapi dan tertib.

Menteri Perumahan dan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. (Sumber: Istimewa)

Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan banyak pihak. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menurunkan 20 personel dan memberikan bantuan Rp200 juta untuk mendukung pembangunan.

Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menugaskan puluhan arsitek untuk membantu mendesain kawasan secara gratis, sedangkan Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan survei khusus sebelum dan sesudah penataan untuk mengukur dampak sosial dan ekonomi masyarakat. Sementara Kadis PPKUMKM Jakarta juga siap membantu izin berusaha, sertifikasi halal dan juga ijin edar bagi para UMKM setempat.

Dukungan dari dunia usaha juga mengalir deras. Wakil Presiden Komisaris PT Adaro Energy Indonesia Tbk, Garibaldi ‘Boy’ Thohir, dan Presiden Komisaris PT Harum Energy Tbk, Lawrence Barki, berkomitmen membantu penataan rumah dan perbaikan jalan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Kabel Semrawut di Jalan Raya Tigaraksa-Citeras Bahayakan Keselamatan Masyarakat

Tak ketinggalan, Ibu Menteri PKP Shinta Triastuti Sirait, melalui perusahaannya, akan memperbaiki jalan dan boulevard sepanjang 300 meter sebagai dukungan terhadap pengembangan sentra kuliner UMKM di Menteng Tenggulun.

Penataan kawasan ini juga disertai pembinaan bagi 35 pelaku UMKM, dengan dukungan dari ladies banker, sepuluh bank nasional yakni NOBU, BTN, BNI, Allo, BCA, CIMB Niaga, Bank Artha Graha, Bank Jago, Hi Bank, Ganesha.

Beberapa Bank akan memberikan pelatihan literasi keuangan agar UMKM dapat mengelola usaha secara lebih profesional. UMKM akan dibekali dengan Pelatihan SDM, yang akan menghasilkan produk berkualitas, sistem pengelolaan keuangan yang baik dan benar

Penataan kawasan ini juga menjadi wadah pemberdayaan bagi pelaku lokal, di mana alah satu kontraktor setempat, Pak Hanif, dipercaya mengerjakan 15 rumah setelah sebelumnya sukses membangun dua unit dengan hasil baik.

“Saya senang ada kontraktor naik kelas seperti Pak Hanif. Kita harus berani kasih kepercayaan kepada rakyat. Saya kasih 15 unit untuk dikerjakan dari 2 unit yang sudah selesai sebelumnya, kalau bagus kita tambah lagi,” kata Menteri Ara.

Baca Juga: LDNU DKI Siapkan 150 Paket Takjil Setiap Hari di Program Teras Dakwah

Ia menegaskan bahwa program ini bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi juga membangun kepercayaan dan kesempatan kerja bagi masyarakat.

Selain fokus pada perbaikan fisik, pemerintah juga menggandeng Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk memberdayakan ibu-ibu melalui pengelolaan bank sampah gotong royong. Melalui sistem penimbangan sampah, para ibu akan mendapatkan penghasilan tambahan sambil menjaga kebersihan lingkungan.

“Saya senang sekali hari ini PNM dan SMF sudah menjalankan pesan Presiden Prabowo. Ibu-ibu di sini dibina untuk bersih-bersih sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan. Lingkungan bersih, dapat uang, semua senang,” ujar Menteri Ara.

Penataan kawasan juga akan menonjolkan sentuhan seni dan nilai kebangsaan. Maruarar meminta agar dinding-dinding rumah dan fasilitas umum dihiasi mural bertema Pancasila, Burung Garuda, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta gambar tokoh-tokoh atlet nasional untuk menginspirasi anak-anak.

“Mural juga harus menggambarkan tokoh atlet kita supaya anak-anak di sini punya semangat dan inspirasi,” pesannya.

Setiap rumah nantinya juga akan dilengkapi vertical garden dengan tanaman hias dan tanaman produktif seperti cabai agar lingkungan menjadi asri dan bermanfaat.

Dengan target rampung pada 8 Juni 2026, kawasan Menteng Tenggulun diharapkan menjadi contoh nyata perubahan lingkungan berbasis gotong royong di tengah kota besar.

“Di sini kita bekerja bersama, pemerintah, pengusaha, BUMN, perbankan, arsitek, dan warga. Tidak ada yang bisa bekerja sendirian. Gotong royong ini milik kita semua,” ujar Menteri Ara. Ia berharap Menteng Tenggulun dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia.

“Kalau di sini berhasil, kita lanjut ke daerah lain. Kita ingin rakyat hidup layak, rumahnya sehat, lingkungannya bersih, dan ekonominya tumbuh,” tutup Menteri Ara.

Tags:
Maruarar SiraitMenteri Perumahan dan Kawasan PermukimanSentra UMKMJakarta PusatMenteng Tenggulun

Heri Effendi

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor