"Tapi apapun niatnya, aku paham dampaknya ke kalian, dan aku benar-benar minta maaf untuk itu. Terima kasih masukan-masukan kalian, kritik, dan dukungan. Dengan segala pertimbangan, aku, bunga sartika, memutuskan untuk mundur sebagai host di Quezelyhere," sambungnya.
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa konten yang masih menampilkan dirinya akan tetap tayang karena sudah dijadwalkan sebelumnya.
"Dan aku juga minta maaf kalau beberapa waktu ke depan masih ada postingan dengan aku sebagai hostnya, karena memang ada konten yang perlu diposting sesuai jadwalnya," jelasnya.
Bagi Bunga, keputusan mundur menjadi langkah berat sekaligus proses pembelajaran di usia yang masih muda.
"Keputusan ini aku ambil karena aku masih 19 tahun, perjalananku masih panjang, prosesnya juga masih panjang, dan aku ingin belajar menjadi lebih dewasa. Makasih ya kak, yang udah nemenin aku, dukung aku, selama 3 tahun ini aku konten," pungkasnya.
Dikaitkan dengan Pernyataan Tasya Farasya

Pengunduran diri Bunga kemudian ramai dikaitkan dengan unggahan beauty influencer Tasya Farasya di Threads @tasyafarasya. Dalam utas tersebut, Tasya mengaku pernah mendapat tawaran tampil di konten spill skincare berbayar.
Meski tidak menyebut nama akun secara langsung, banyak warganet menduga pernyataan itu merujuk pada konsep konten 'Halo Qaqa'. "Gue pernah ditawarin dibayar buat 'halo kakak kakak kakak boleh spill skinkernya kak' gue tolak cetas," unggahnya.
Bunga juga kembali menegaskan keputusan mundurnya dalam unggahan lain. "Dengan segala pertimbangan, aku memutuskan untuk mundur sebagai host di Queenzely," ujar Bunga pada Kamis, 26 Februari 2026.
Sementara itu, pernyataan Tasya sebelumnya kembali disorot warganet. "Gue pernah ditawarin dibayar buat 'halo kakak kakak kakak boleh spill skinkernya kak' Gue tolak cetasss," tulis Tasya di Threads pada, 18 Februari 2026.
Hingga berita ini ditulis, Tasya Farasya belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan bahwa unggahannya berdampak pada keputusan mundurnya Bunga Sartika maupun penjelasan lebih lanjut mengenai kontroversi tersebut.
