JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran makanan takjil selama Ramadhan.
Kepala BBPOM Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar mengatakan, pengawasan ini akan dilakukan secara menyeluruh di 5 wilayah Jakarta
"Jadi kalau untuk takjil itu, kami sudah merencanakan di setiap wilayah ya, setiap wilayah Jakarta Pusat dua Benhil dan Kemayoran. Jadi di setiap wilayah seperti di Jakarta Barat di Jalan Panjang, kemudian di Jakarta Utara di Koja ya, kemudian Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Karet ya, Karet. Kami sudah merencanakan dan terjadwal," ucap Sofiya kepada awak media, Jumat, 27 Februari 2026.
Sofiya mengatakan, lokasi tersebut didasarkan pada pertimbangan sebagai sentra penjualan takjil yang ramai setiap Ramadan.
"Jadi dilihat dari sentranya, sentra takjilnya," ujar Sofiya.
Baca Juga: Bupati Bogor Lantik 21 Pejabat di Lingkungan Pemkab, Harapan Pelayanan Publik Meningkat
Adapun dalam pelaksanaan pengawasan ini, BBPOM tidak hanya melakukan pemeriksaan sampel, tetapi juga siap melakukan penindakan apabila ditemukan takjil yang terindikasi mengandung bahan berbahaya.
"Kami prinsipnya harus memutus rantai distribusinya ya. Kalau di sini kan pedagang, dia di-drop, tadi mengaku di-drop, sehingga tadi di etalasenya kita take out," kata Sofiya.
Lebih lanjut, Sofiya menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan edukasi kepada pedagang takjil untuk mencari bahan baku yang baik.
"Kemudian kita beri edukasi supaya bisa memilih produk yang dijualnya yang aman gitu ya. Jangan dari produsen yang sebelumnya kan tentunya," ungkap Sofiya.
Baca Juga: Perkuat Perlindungan Pekerja, Realisasi Klaim BPJS Ketenagakerjaan Mangga Dua Capai Rp 271 M
Selain itu, BBPOM Jakarta juga akan menelusuri asal produsen pangan yang terindikasi berbahaya tersebut.
Apabila produsen berada di luar wilayah Jakarta, seperti Tangerang atau Bogor, pihaknya akan berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM setempat untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
"Apabila itu ada di luar kota Jakarta, misalnya daerah Tangerang atau Bogor, itu kami akan berkoordinasi dengan UPT setempat, karena UPT Badan POM kan ada di Tangerang dan Bogor juga," ujar dia.
Lebih lanjut, Sofiyani juga memaparkan hasil pengawasan takjil pada 2025, dimana tidak seluruh sampel yang diambil memenuhi syarat layak konsumsi.
Baca Juga: BPOM Temukan 2 Kue Basah Gunakan Pewarna Berbahaya di Pasar Moderen City Market Citra Raya
"Tahun 2025 itu dari seluruh pengawasan takjil ya, itu 95,9 memenuhi syarat, kemudian 4,1 nya yang tidak memenuhi syaratnya. Jadi berkisar di tahu dan pewarna Rhodamin juga," ucap dia.
Sofiyani mengimbau para pedagang takjil agar selalu memilih bahan baku yang memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.
Ia mengingatkan pedagang untuk lebih cermat, misalnya dengan menghindari tahu yang terlalu keras, berbau formalin, mi yang secara kasat mata mencurigakan, serta memastikan penggunaan pewarna khusus pangan.
"Dan jangan lupa kalau menggunakan bahan tambahan pangan atau pangan olahan yang diolah lagi gitu ya, kan tadi ada juga yang pakai sirup-sirup gitu kan, jangan lupa Cek KLIK-nya: Cek Kemasan, Cek Label, Izin Edar, Kedaluwarsa," ucap dia. (cr-4)