Makna dari ungkapan tersebut adalah kesungguhan dalam beribadah dan fokus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Karena waktu pasti Lailatul Qadar dirahasiakan, umat Islam dianjurkan tidak hanya beribadah di malam ke-27 saja, melainkan di seluruh malam ganjil pada sepuluh hari terakhir, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan.
2. Memperbanyak Salat Malam dan Iktikaf
Amalan yang paling dianjurkan adalah memperbanyak salat malam, baik tarawih maupun tahajud.
Salat malam menjadi ibadah utama untuk menghidupkan suasana spiritual dan meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT.
Selain itu, iktikaf di masjid juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki kesempatan dan kemampuan.
Iktikaf dilakukan dengan niat berdiam diri di masjid untuk beribadah, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, serta menjauhi aktivitas duniawi yang tidak mendesak.
Ustadz Khalid Basalamah menekankan, esensi dari ibadah tersebut adalah kesungguhan dan keikhlasan, bukan sekadar kuantitas rakaat atau lamanya waktu di masjid.
3. Memperbanyak Doa dan Memohon Ampunan
Salah satu amalan yang secara khusus dianjurkan pada malam Lailatul Qadar adalah membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA:
“Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu ‘anni.”
Doa ini berarti, “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan, inti dari Lailatul Qadar adalah permohonan ampun dan pengharapan akan rahmat Allah SWT.
Oleh sebab itu, memperbanyak istigfar, zikir, serta doa-doa kebaikan menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
