Kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih masih berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.
Selain itu, penerapan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga diperkirakan menjadi faktor yang perlu diwaspadai pelaku industri.
Pasalnya, pada tahun sebelumnya beberapa daerah hanya memberikan relaksasi pajak secara sementara, sehingga kebijakan pada 2026 masih berpotensi berubah.
Baca Juga: Harga Mobil LCGC Februari 2026: Ayla dan Sigra Turun, Cocok untuk Mudik
Ekspor Jadi Penopang Tambahan
Di luar pasar domestik, AHM juga menyoroti kuatnya kinerja ekspor sebagai penopang industri.
“Tidak hanya domestik, tetapi kami juga kuat di pasar ekspor. Tahun lalu sekitar 223 ribu unit CBU dan hampir satu juta unit set CKD,” ucap Thomas.
Ia menambahkan, dalam kurun lima hingga delapan bulan terakhir, total ekspor AHM telah menembus sekitar 2,5 juta unit.
“Jadi tidak hanya domestik, tetapi juga diakui keunggulannya di ekspor,” ujarnya.
Dengan tren awal tahun yang positif, pelaku industri berharap momentum ini dapat terus terjaga, terutama menjelang periode mudik Lebaran 2026 yang biasanya turut mendorong permintaan kendaraan roda dua.
