JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kue kembali menjadi bagian tak terpisahkan dari suasana perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Toples-toples berisi nastar, kastengel, putri salju, hingga aneka kue kering lainnya tersusun rapi di ruang tamu, siap menyambut sanak saudara dan tamu yang datang bersilaturahmi.
Tradisi ini telah mengakar kuat, menjadikan kue Lebaran bukan sekadar hidangan, melainkan simbol kehangatan dan kebersamaan pada hari kemenangan.
Geliat mulai terasa di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Di area dasar lantai pasar, pedagang kue tampak sibuk menata dagangan sembari menawarkan produknya kepada pengunjung yang lalu-lalang.
Baca Juga: Toko Kue di Bogor Dibobol Maling, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah
Meski suasana pasar mulai ramai, omzet toko kue Heri, 27 tahun, belum begitu banyak. Ia merupakan pegawai Toko Anugrah Putri.
“Kalau sementara sih sekarang ini belum kelihatan, baru ada gebrakan-gebrakannya doang. Paling nanti pertengahan bulan,” kata Heri kepada Poskota, Kamis, 26 Februari 2026.
Meski begitu, ia meyakini penjualan mampu mencapai target seiring dengan Lebaran yang semakin dekat. Heri memperkirakan omzet harian sekitar Rp5 juta pada pertengahan bulan puasa.
“Biasanya bulan-bulan biasa mah kadang sejuta aja susah sekarang bisa sampe Rp5 juta lebih per hari,” ucap dia.

Pada momen puncak tahun-tahun sebelumnya, omzet harian bisa menembus dua digit.
“Keseluruhan mungkin bisa lebih dari sepuluh juta per hari,” tuturnya.
