Ilustrasi - Manfaat puasa untuk tubuh dan mental. (Sumber: Freepik/rawpixel.com)

RAMADHAN

Apa Saja Manfaat Puasa bagi Tubuh dan Mental? Ini Penjelasan Lengkap Dokter Aisah Dahlan

Kamis 26 Feb 2026, 11:08 WIB

POSKOTA.CO.ID - Puasa tidak hanya dimaknai sebagai ibadah yang bersifat spiritual, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap kesehatan fisik dan mental manusia.

Selama berabad-abad, praktik puasa telah dijalani umat Islam sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai penelitian medis mulai mengungkap bahwa puasa menyimpan manfaat besar bagi tubuh dan kejiwaan.

Dokter Aisah Dahlan melalui kanal YouTube Hani Nisa 85, yang dikutip pada Kamis, 26 Februari 2026 memberikan edukasi Kesehatan mengenai manfaat puasa untuk tubuh dan mental.

Menurut dia, puasa bekerja secara simultan pada sistem tubuh, otak, serta pengelolaan emosi, sehingga memberikan efek yang menyeluruh bagi manusia.

Lantas, sejauh mana puasa dapat berkontribusi terhadap kesehatan jangka panjang, baik secara fisik maupun mental? Berikut penjelasan lengkap Dokter Aisah Dahlan.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Hari Ini di Jakarta dan Sekitarnya 24 Februari 2026

Manfaat Puasa untuk Tubuh dan Mental

Adapun beberapa poin yang dirangkum Poskota dari penjelasan Dokter Aisah Dahlan mengenai manfaat puasa untuk tubuh dan mental.

1. Detoksifikasi Alami Tubuh

Saat seseorang berpuasa, tubuh mengalami perubahan pola metabolisme. Asupan makanan yang biasanya masuk secara berkala dihentikan sementara, sehingga sistem pencernaan mendapat waktu istirahat.

Dalam kondisi ini, tubuh mulai mengalihkan sumber energi dari glukosa ke cadangan lemak.

Proses tersebut memicu mekanisme detoksifikasi alami. Racun-racun metabolik yang menumpuk akibat pola makan tidak teratur perlahan dikeluarkan.

Organ seperti hati dan ginjal bekerja lebih optimal karena tidak terus-menerus dibebani proses pencernaan.

Inilah sebabnya, puasa kerap dikaitkan dengan perbaikan fungsi organ dalam serta peningkatan kebugaran tubuh.

2. Menstabilkan Gula Darah dan Berat Badan

Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah pengaruh puasa terhadap kadar gula darah.

Dengan catatan dilakukan secara benar, puasa membantu meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga kadar gula darah menjadi lebih stabil. Hal ini sangat bermanfaat dalam mencegah risiko diabetes tipe dua.

Selain itu, puasa juga membantu pengendalian berat badan. Tubuh belajar menggunakan energi secara efisien, sementara kebiasaan makan berlebihan dapat ditekan.

Namun, Dokter Aisah Dahlan menekankan pentingnya menjaga pola makan saat sahur dan berbuka agar manfaat ini tidak berubah menjadi risiko kesehatan.

3. Dampak Puasa terhadap Otak dan Kesehatan Mental

Tidak hanya berdampak pada tubuh, puasa juga memberikan pengaruh signifikan terhadap kesehatan mental.

Saat berpuasa, produksi hormon endorfin dan serotonin meningkat. Kedua hormon ini berperan penting dalam menciptakan perasaan tenang, bahagia, dan fokus.

Puasa juga membantu menurunkan hormon stres seperti kortisol. Ketika kadar kortisol menurun, seseorang menjadi lebih sabar, tidak mudah marah, dan lebih mampu mengendalikan emosi.

Inilah yang menjelaskan mengapa banyak orang merasakan ketenangan batin setelah beberapa hari menjalani puasa.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini Minggu 22 Februari 2026

4. Puasa Melatih Kontrol Diri dan Disiplin Emosi

Menurut penjelasan Dokter Aisah Dahlan, puasa adalah latihan pengendalian diri paling efektif.

Menahan lapar, haus, dan hawa nafsu secara bersamaan melatih otak bagian prefrontal cortex, yakni pusat pengambilan keputusan dan kontrol impuls.

Latihan tersebut berdampak langsung pada perilaku sehari-hari. Seseorang yang terbiasa berpuasa dengan kesadaran penuh cenderung lebih mampu menahan amarah, berpikir sebelum bertindak, serta memiliki empati yang lebih tinggi terhadap orang lain.

5. Hubungan Puasa dengan Kualitas Tidur

Puasa juga berkontribusi terhadap perbaikan kualitas tidur. Pola makan yang lebih teratur dan berkurangnya konsumsi berlebihan membantu tubuh memasuki fase istirahat yang lebih dalam.

Selain itu, ketenangan mental yang dihasilkan dari puasa membuat otak lebih mudah beristirahat.

Tidur yang berkualitas berperan besar dalam menjaga daya ingat, konsentrasi, serta stabilitas emosi.

Dengan demikian, puasa berkontribusi secara tidak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas hidup.

6. Puasa sebagai Terapi Holistik Tubuh dan Jiwa

Dari sudut pandang medis dan psikologis, puasa dapat disebut sebagai terapi holistik yang menyentuh tubuh, otak, dan jiwa sekaligus.

Manfaatnya tidak hanya dirasakan selama Ramadhan, tetapi juga dapat bertahan setelahnya, terutama jika disertai perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

Dokter Aisah Dahlan kerap mengingatkan bahwa puasa sejatinya adalah momentum untuk mereset kebiasaan lama.

Ketika tubuh dibersihkan, emosi distabilkan, dan pikiran ditenangkan, manusia berada pada kondisi optimal untuk menjalani kehidupan yang lebih seimbang.

Dengan memahami manfaat puasa secara ilmiah dan spiritual, ibadah puasa tidak lagi dipandang semata sebagai kewajiban, melainkan sebagai anugerah besar bagi kesehatan fisik dan mental manusia.

Tags:
kesehatan fisikpuasamanfaat puasakesehatan mentalManfaat Puasa untuk MentalManfaat Puasa untuk Tubuh

Mutia Dheza Cantika

Reporter

Mutia Dheza Cantika

Editor