KALIDERES, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kota Jakarta Barat terus melakukan sosialisasi kepada warga Kampung Bilik, Kalideres, terkait relokasi ke rumah susun.
Proses relokasi ini dilakukan karena permukiman pendudukan tersebut akan digusur untuk pembangunan makam baru TPU Pegadungan.
Lurah Kamal Edy Sukarya menyampaikan, proses relokasi warga dilakukan secara kekeluargaan dan melalui pendekatan persuasif.
"Kami pakai kekeluargaan lah, akses kekeluargaannya. Kami maklum, karena mereka sudah 30 tahun tinggal di situ. Maklum ya kalau ada tantangan, dinamika, itu biasa," ujar Edy melalui sambungan telepon, Rabu, 25 Februari 2026.
Baca Juga: Warga Kampung Bilik Minta Proses Relokasi ke Rusun Berjalan Komprehensif
Edy mengatakan, dalam pendataan terbarunya tercatat ada sebanyak 131 kepala keluarga (KK) atau bangunan yang bakal digusur. Saat ini sudah ada sembilan KK yang telah sepakat dan mau pindah ke rusun.
"Ada empat KK di Rusun Tegal Alur, tiga KK di Rusun Pesakih, dan satu KK di Rusun Rawa Bebek karena dia bujangan," ungkapnya.
Edy menyebut bahwa pemilihan rusun untuk warga Kampung Bilik yang bakal digusur itu melihat kapasitas pada unit rusun yang ada di wilayah DKI Jakarta.
"Begini, pertama ketersediaan tempat. Karena memang rusun di Jakarta Barat penuh, gitu," kata dia.
Baca Juga: Warga Kampung Bilik Jakbar Siap Direlokasi, Harap Tempat Tinggal Baru Tidak Jauh
Bagi warga Kampung Bilik yang terdampak penggusuran, Edy memastikan biaya sewa di rusun mendapatkan keringanan dari pemerintah.
Selain itu, harga sewanya dipastikan berbeda dengan penyewa rusun pada umumnya.
"Berbeda dengan warga yang biasa, umum ya. Contoh, Rumah Susun Pesakih mereka hanya bayar Rp220 ribu kurang lebih per bulan. Kurang lebih ya," ungkapnya.=
Terkait sosialiasi, Edy mengklaim bahwa pihaknya intens mendatangi warga untuk sosialisasi dan musyawarah. Misalnya berkaitan dengan administrasi warga yang memang sudah puluhan tahun tinggal di sana.
Baca Juga: Patroli Polsek Cinere Bubarkan Tongkrongan Remaja di Depok Dini Hari
"Tiap hari (sosialiasi). Alhamdulillah, walaupun dinamikanya memang ya kami maklum lah mereka puluhan tahun, 30 tahun tinggal di situ," tutur Edy. (pan)