"Mobil yang hilang sehari-hari dipergunakan untuk mengantarkan omprengan dan belanja untuk kebutuhan MBG. Dengan hilangnya mobil satu pasti akan terganggu pendistribusian untuk omprengan ke 14 sekolah yang ada di Kabupaten Sukabumi jumlahnya bisa ratusan omprengan. Untung ini lagi pas bulan puasa sehingga tidak ada pengantaran ke sekolah," tuturnya.
Sementara itu, ia telah melaporkan kasus pencurian mobil ke Polsek Tajurhalang. Polisi masih melakukan penyelidikan kasus dengan kerugian yang ditaksir sebesar Rp120 juta.
"Saya pulang seminggu sekali ke rumah. Biasa naik motor dan juga suka bawa mobil. Ini bawa mobil karena sedang tidak aktifitas pengantaran tapi malah musibah mobil hilang. Kejadian pencurian mobil ini sudah dilaporkan ke Polsek Tonjong (Tajurhalang)," tuturnya.
Pada saat Amirudin mencoba menanyakan perkembangan proses penyelidikan ke penyidik Reskrim Polsek Tajurhalang, masih dalam penyelidikan.
"Selasa kemarin saya datang ke Polsek Tajurhalang untuk menanyakan perkembangan proses penyelidikan laporan mobil saya yang hilang. Kata anggota masih dalam penyelidikan," tuturnya.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih di Pandeglang Siap Tunjang Kebutuhan Pangan MBG
Terpisah, Ketua RT setempat, Eden mengatakan, kasus pencurian baru kali pertama terjadi di lingkungannya.
"Seumur-umur pencurian mobil baru tahun ini terjadi. Banyak mobil warga di parkir pinggir Jalan Raya Sukmajaya tidak kenapa-kenapa. Malah ini yang diparkir mobilnya kebun-kebun dekat rumah kosong malah bisa hilang dicuri," ujar dia.
Eden menuturkan, ronda malam jarang dilakukan, karena wilayahnya diyakini aman.
"Kejadian pencurian ini baru sekali terjadi ini. Sehingga tidak ada ronda karena dianggap sudah aman tidak pernah ada kejadian sebelum-belumnya," ucap dia.
Sementara itu, Kapolsek Tajurhalang, Iptu Raden Suwito mengatakan, petugas kepolisian sedang mengumpulkan bukti-bukti.
