JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan Bendungan Hilir atau yang akrab disebut Benhil, Jakarta Pusat, selalu berubah menjadi lautan manusia.
Trotoar hingga sisi jalan dipenuhi warga yang berburu takjil, menciptakan suasana khas Ramadan yang semarak dan penuh kehangatan.
Para pedagang takjil berjajar rapi sejak siang hingga sore hari, menjajakan aneka hidangan berbuka puasa, mulai dari jajanan tradisional hingga kuliner kekinian yang menggoda selera.
Aroma gorengan yang baru diangkat dari wajan, manisnya kolak pisang, hingga wangi sate Padang bercampur di udara, seolah menjadi penanda bahwa waktu berbuka kian mendekat.
Baca Juga: Wajib Coba! 3 Menu Takjil Buka Puasa ala Chef Devina Hermawan yang Segar dan Menggugah Selera
Tak hanya warga sekitar, pekerja kantoran hingga masyarakat dari luar kawasan Tanah Abang pun sengaja datang ke Benhil untuk berburu takjil.
Kawasan ini memang sudah lama dikenal sebagai salah satu sentra kuliner Ramadhan favorit di Jakarta, dengan pilihan makanan yang beragam dan harga yang ramah di kantong.
Lapak-lapak sederhana menyajikan aneka menu primadona seperti es buah, es blewah, biji salak, lontong sayur, risol, pastel, hingga berbagai jenis gorengan.
Keramaian biasanya mulai memuncak menjelang pukul 16.00 WIB, ketika arus pembeli semakin padat dan suasana semakin riuh.
Baca Juga: Perkiraan Malam Lailatul Qadar Ramadhan 2026, Ini Jadwal Malam Ganjil dan Tanda-Tandanya
Salah satu lapak yang selalu ramai diserbu pembeli adalah Istana Bubur milik Mila. Pedagang takjil ini mengaku telah berjualan di Benhil sejak 2021 atau sudah empat kali merasakan atmosfer Ramadan di kawasan tersebut.
“Saya jualan di sini sudah empat kali Ramadan. Masih terbilang baru juga sih,” ujar Mila saat ditemui, Rabu, 25 Februari 2026.
Mila menjajakan beragam jenis bubur dengan pilihan topping dan varian rasa, mulai dari bubur candil, ketan, mutiara, sumsum pandan, sumsum putih, candil ubi ungu, hingga kolak pisang. Tak hanya itu, tersedia pula berbagai kue tradisional sebagai pelengkap takjil berbuka.
Soal harga, Mila memastikan tetap terjangkau. Setiap porsi bubur dibanderol Rp20.000, harga yang dinilai sepadan dengan rasa dan porsi yang disajikan.
Baca Juga: Masjid Lautze, Simbol Pembauran Islam dan Tionghoa di Jantung Pecinan Jakarta
Sementara itu, salah satu pengunjung, Iin, 34 tahun mengaku rutin membeli takjil di Benhil bersama suami dan anaknya. Menurutnya, selain banyak pilihan, cita rasa makanan di kawasan ini juga memuaskan.
“Biasa sering beli di sini, pilihannya banyak, enak, murah-murah lagi,” kata Iin.
“Kalau ke sini jangan terlalu sore, rame banget. Kalau bisa datang lebih awal,” ucapnya.
Tradisi berburu takjil di Benhil bukan sekadar rutinitas tahunan. Lebih dari itu, ia telah menjadi bagian dari denyut Ramadan di Jakarta ruang di mana ekonomi kerakyatan bergerak, kebersamaan terjalin, dan suasana religius berpadu dengan dinamika kehidupan kota. (cr-4)