Kontribusi pertama, Tasya menyatakan komitmennya untuk pulang ke Indonesia pascalulus dan menjalani masa bakti selama periode 2018–2023.
Kedua, ia berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan publik dalam kapasitasnya sebagai figur publik.
Ketiga, Tasya terlibat dalam gerakan akar rumput untuk isu keberlanjutan melalui yayasan Green Movement Indonesia.
Keempat, dirinya aktif memberdayakan pemuda lewat talkshow, seminar, dan workshop di bidang pendidikan, lingkungan hidup, serta kesehatan.
Kelima, Tasya mengajar di sebuah platform pendidikan daring dengan mata pelajaran Geografi dan Bahasa Inggris.
Keenam, dia juga berkontribusi di industri kreatif Indonesia sekaligus melestarikan lagu anak-anak.
Ketujuh, Tasya memanfaatkan media sosial untuk membagikan informasi seputar parenting, tumbuh kembang anak, dan kesehatan demi mendukung visi Generasi Emas.

Namun, rangkaian kontribusi inilah yang justru dinilai tidak memadai oleh sebagian warganet, termasuk Gheovanny Methami.
Seiring viralnya kritik tersebut, latar belakang Gheovanny Methami turut dicari warganet. Lantas, Gheovanny Methami sebenarnya lulusan mana?
Gheovanny Methami Lulusan Mana?
Berdasarkan informasi yang beredar, Gheovanny Methami merupakan alumnus Universitas Sumatera Utara.
Selain aktif di TikTok dengan akun @gheovannymethamia, Gege juga tercatat menggunakan media sosial lain seperti Threads dan Instagram, meski akun Instagramnya diketahui dalam kondisi terkunci dengan nama @gegerege.
