POSKOTA.CO.ID - Setiap memasuki bulan suci Ramadan, umat Islam di seluruh dunia kembali menantikan satu malam yang dinilai lebih baik dibanding waktu-waktu lainnya.
Malam tersebut adalah Lailatul Qadar, sebuah momen agung yang diyakini sebagai saat turunnya wahyu pertama Al-Qur’an dan malam penuh limpahan rahmat. Nilai kemuliaannya disebutkan langsung dalam Al-Qur’an, yakni “lebih baik daripada seribu bulan”.
Menurut penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lailatul Qadar dapat dimaknai sebagai malam kemuliaan sekaligus malam penetapan.
Pada malam inilah Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Karena itu, malam ini menjadi salah satu waktu paling istimewa untuk memperbanyak ibadah, doa, dan memohon ampunan.
Dalam tradisi Islam, Lailatul Qadar dipandang sebagai momen ketika para malaikat turun ke bumi membawa ketentuan dan rahmat Allah SWT. Umat Islam dianjurkan memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memohon ampun.
Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Membayar Zakat Fitrah 2026, Ini Jadwal dan Ketentuannya
Kapan Lailatul Qadar Ramadan 2026 Terjadi?
Hingga kini, tidak ada dalil yang menetapkan tanggal pasti Lailatul Qadar. Rasulullah SAW tidak memberi kepastian hari, tetapi mengarahkan umat untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya malam ganjil.
Jika mengacu pada kalender Masehi, sepuluh malam terakhir Ramadan 2026 diperkirakan akan jatuh pada tanggal berikut:
- Malam 21 Ramadan: sekitar 10 Maret 2026
- Malam 23 Ramadan: sekitar 12 Maret 2026
- Malam 25 Ramadan: sekitar 14 Maret 2026
- Malam 27 Ramadan: sekitar 16 Maret 2026
- Malam 29 Ramadan: sekitar 18 Maret 2026
Dari rangkaian malam tersebut, banyak ulama berpendapat bahwa malam ke-27 Ramadan memiliki potensi lebih kuat sebagai Lailatul Qadar. Jika perkiraan kalender tidak berubah, malam tersebut bertepatan dengan 16 Maret 2026.
Meski demikian, tanggal tersebut tetap bersifat perkiraan. Penetapan resmi awal Ramadan bisa berbeda di setiap negara, menyesuaikan hasil sidang isbat dan rukyat hilal.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk fokus memaksimalkan ibadah di seluruh sepuluh malam terakhir, bukan hanya menunggu satu malam tertentu.
Tanda-Tanda Lailatul Qadar Berdasarkan Riwayat
Walaupun waktu pastinya tidak dijelaskan secara eksplisit, beberapa riwayat memberi gambaran tentang ciri-ciri malam Lailatul Qadar. Tanda-tanda ini bersifat indikatif, bukan penentu mutlak.
1. Malam Terasa Tenang dan Damai
Banyak riwayat menggambarkan suasana Lailatul Qadar sebagai malam penuh ketenteraman. Udara tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, cuaca cenderung stabil tanpa angin kencang atau hujan. Ketika malam itu tiba, suasana ibadah menjadi lebih nyaman dan batin terasa lebih khusyuk.
2. Matahari Terbit dengan Cahaya Lembut
Salah satu tanda yang paling dikenal adalah kondisi matahari keesokan paginya. Riwayat menyebutkan matahari akan terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan. Fenomena ini kerap dijadikan indikasi bahwa malam sebelumnya adalah malam Lailatul Qadar.
3. Alam Terasa Lebih Bersahabat
Riwayat lain menggambarkan bahwa angin berhembus pelan dan stabil. Tidak ada gejolak cuaca, badai, atau perubahan ekstrem yang mengganggu.
4. Hati Terasa Lebih Tenang dan Khusyuk
Selain tanda fisik, terdapat tanda batiniah. Banyak orang merasakan ketenangan luar biasa, hati terasa lapang, dan ibadah menjadi lebih nikmat. Kondisi batin yang damai ini sering dianggap sebagai salah satu karunia istimewa dari Lailatul Qadar.
Baca Juga: Apakah Menangis di Siang Hari Saat Puasa Bisa Bikin Batal? Ini Penjelasannya
Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar
Daripada hanya menebak tanggalnya, umat Islam dianjurkan untuk memaksimalkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Beberapa amalan yang disarankan meliputi:
Salat malam (qiyamul lail)
Menegakkan salat malam adalah salah satu amalan utama. Banyak Muslim berusaha memperpanjang sujud dan doa pada momen ini.
Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an
Ramadan merupakan bulan Al-Qur’an. Membaca dan memahami maknanya menjadi salah satu ibadah utama.
Memperbanyak istighfar dan zikir
Malam ini dipercaya sebagai waktu penuh ampunan. Karena itu, memperbanyak istighfar sangat dianjurkan.
Bersedekah
Sedekah pada malam penuh berkah ini diyakini memiliki nilai yang sangat besar.
Hingga kini, Lailatul Qadar tetap menjadi rahasia Allah SWT. Perkiraan tanggalnya, termasuk pada Ramadan 2026, hanya menjadi panduan untuk mempersiapkan diri.
Yang lebih penting adalah memakmurkan sepuluh malam terakhir dengan ibadah, doa, dan memohon ampunan. Sebab, setiap amal pada malam itu memiliki nilai kemuliaan yang melampaui seribu bulan.
