Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth saat melihat proyek Flyover Latumenten yang dikeluhkan karena bikin macet, Senin, 22 Februari 2026. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA RAYA

Lokasi Proyek Flyover Latumenten Bikin Macet, Anggota DPRD DKI Kenneth Minta Dishub Cari Solusi

Selasa 24 Feb 2026, 08:56 WIB

GROGOL PETAMBURAN, POSKOTA.CO.ID - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth menyoroti pembangunan flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat, yang memantik kemacetan parah.

Kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut juga sudah banyak dikeluhkan masyarakat, bahkan banyak yang telah melaporkan langsung terkait kemacetan di lokasi ini.

Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu melakukan inspeksi mendadak (sidak)  pada Senin, 23 Februari 2026 sore setelah menerima langsung banyaknya aduan dari masyarakat.

“Banyak warga komplain ke saya. Proses pembangunan ini bikin macet luar biasa karena ada penyempitan jalan," kata Kenneth kepada wartawan, Selasa, 24 Februari 2026.

Baca Juga: Prediksi Jam Rawan Macet Selama Ramadan di Jakarta pada Pagi dan Sore

Di lokasi, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini melihat langsung bagaimana jalan yang semula ada tiga jalur, namun sekarang menyempit menjadi satu jalur karena terdapat proyek pembangunan flyover.

Akibatnya, di kawasan ini khususnya pada jam sibuk yakni pagi dan sore hari, kemacetan panjang pasti terjadi dampak penyempitan jalan.

“Angkot berhenti persis setelah perlintasan kereta. Ini memperparah kemacetan. Harusnya titik berhenti digeser sedikit ke depan setelah posisi bottleneck, supaya arus kendaraan tetap bergerak,” ucap pria yang akrab disapa Bang Kent itu.

Kemacetan kian kompleks dengan masih melintasnya truk kontainer dan bus berukuran besar di ruas jalan yang kini menyempit.

Baca Juga: Dirlantas Polda Metro Jaya Antisipasi Pergeseran Jam Macet Akibat WFA dan Bazar Takjil Ramadhan

Kent menilai, selama proyek berlangsung, kendaraan besar seharusnya dialihkan ke jalur alternatif guna mengurangi beban lalu lintas.

"Truk kontainer dan bus besar masih lewat sini. Dengan kondisi tinggal satu lajur, ini jelas tidak ideal. Saya minta Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera cari solusi konkret," tuturnya. 

Kent menyampaikan bahwa bahwa pembangunan flyover Latumenten yang merupakan proyek strategis ini tidak boleh mengorbankan kenyamanan dan keselamatan warga.

Menurutnya, flyover Latumenten ini justru sengaja dibangun guna mengatasi kemacetan di kawasan tersebut.

Baca Juga: 5 Jalur Alternatif Puncak Bogor untuk Hindari Macet Libur Long Weekend Imlek 2026, Cek di Sini

“Tapi jangan sampai prosesnya justru menyengsarakan masyarakat setiap hari. Harus ada pengaturan lalu lintas yang lebih tegas, pengawasan di lapangan yang konsisten,” ucap dia.

Terpisah, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan menyatakan, pihaknya telah mengimbau pengguna jalan untuk mencari rute alternatif.

Namun, untuk pembatasan kendaraan besar, pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan.

"Kami akan koordinasi dengan pengusaha angkutan wilayah barat. Pemprov juga sudah bersurat ke pusat. Nanti akan kami update," katanya.

Perlu diketahui, proyek flyover Latumenten sendiri dibangun dengan panjang sekitar 380 meter dan digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan, akibat perlintasan kereta api di kawasan tersebut.

Setelah rampung, Jalan Latumenten direncanakan hanya digunakan sebagai akses kendaraan umum.

Tags:
kemacetanJakarta BaratHardiyanto Kennethflyover Latumenten

Pandi Ramedhan

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor